JurnalPatroliNews – Jakarta – Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, mengungkapkan bahwa mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menyatakan kesediaannya membantu perjuangan PSI menjelang Pemilu 2029.
Ali menyebut Jokowi bahkan siap bergerak langsung ke berbagai daerah untuk menggenjot dukungan bagi partai berlogo bunga mawar tersebut.
Pengamat komunikasi politik, Hendri Satrio, menilai pernyataan itu sebagai indikasi bahwa Jokowi semakin merapat ke PSI secara politik. Menurutnya, partai tersebut memang menjadikan Jokowi sebagai motor penggerak utama.
“PSI sebenarnya punya apa selain Jokowi? Basis massanya masih ada, tapi Pemilu 2029 tidak akan sama dengan 2024,” kata Hensat, Senin, 17 November 2025.
Ia menambahkan bahwa jika benar Jokowi akan turun langsung membantu PSI, maka wajar jika publik melihat sosok Jokowi sebagai aset terbesar partai itu.
“Kalau Ahmad Ali bilang Jokowi turun gunung, ya jelas karena PSI nggak punya tokoh lain. Masa Kaesang Pangarep? Tentu tidak. Yang mereka andalkan ya tetap Jokowi,” lanjutnya.
Hendri menilai langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Jokowi tidak lagi berada di posisi netral.
“Begitu Jokowi turun gunung untuk PSI, otomatis dia tidak bisa lagi dianggap berada di tengah atau tidak berpihak,” ucapnya.
Namun, dukungan Jokowi kepada satu partai saja juga membawa konsekuensi politik. Hensat menilai partai-partai lain berpotensi menjauh karena melihat adanya kedekatan eksklusif antara Jokowi dan PSI.
“Kalau Jokowi fokus membantu PSI, itu konsekuensi logisnya. Partai lain tentu akan menjaga jarak,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan apakah pernyataan Ahmad Ali sudah mendapatkan persetujuan langsung dari Jokowi.
“Pertanyaannya, apakah Jokowi benar-benar sudah mengonfirmasi hal itu? Tapi kalau memang dia turun gunung, ya jelas PSI hanya punya satu nama besar: Jokowi,” tegas Hendri.













