Khofifah Temukan Minyakita Dijual di Atas HET Saat Sidak Pasar Klojen


JurnalPatroliNews – MALANG — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menemukan adanya penjualan Minyakita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) saat meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Klojen, Kota Malang. Temuan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk memastikan keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Dalam kunjungannya, Khofifah juga menyoroti pentingnya penguatan koordinasi antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Malang, serta Perum Bulog guna menjamin kelancaran distribusi beras medium Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita.

“Bahwa sebagian besar masyarakat Kota Malang standarnya sudah beras premium, tapi beras medium harus kita siapkan. Karena kita punya stok beras medium SPHP di Jawa Timur ini jumlahnya cukup tinggi,” ujar Khofifah, dikutip RMOLJatim, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Khofifah, distribusi beras SPHP dan Minyakita harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat agar program pengendalian harga dan stabilisasi pasokan dapat berjalan optimal.

Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh membiarkan adanya disparitas harga yang terlalu tinggi, terutama untuk komoditas yang telah mendapat intervensi pemerintah guna menjaga daya beli masyarakat.

“Temuan ini menjadi perhatian serius agar keterjangkauan harga bagi masyarakat dapat segera dikembalikan ke tingkat yang wajar dan terkontrol. Tadi saya cek, selisihnya cukup tinggi dari harga eceran tertinggi untuk Minyakita dengan yang dijual di beberapa toko sembako di sini,” katanya.

Selain memantau distribusi kebutuhan pokok, Khofifah juga menyoroti perkembangan harga sejumlah komoditas pangan yang berpotensi memicu inflasi, terutama cabai rawit dan bawang merah.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga bawang merah mengalami kenaikan dari kisaran Rp35 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram menjadi Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram. Sementara harga cabai rawit di Pasar Klojen tercatat berada pada rentang Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram.

Meski demikian, di sejumlah pasar lain di wilayah Malang masih ditemukan harga cabai rawit yang lebih rendah, yakni sekitar Rp80 ribu per kilogram.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga, Khofifah menekankan pentingnya penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) sebagai instrumen menjaga keseimbangan pasokan dan harga komoditas pangan strategis.

“Di sinilah peran pentingnya koordinasi antar daerah. Harga apa yang menjadi penyebab kemungkinan potensi inflasi itu terjadi, nah itu yang bisa dilakukan langkah-langkah mitigatif dan antisipatif bersama sejak dini,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap sinergi antarinstansi dan pemerintah daerah dapat memperkuat distribusi pangan, menjaga stabilitas harga, serta menekan potensi inflasi yang berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.