JurnalPatroliNews – Jakarta – Langkah tak biasa diambil Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Dalam perkembangan terbaru, Megawati memutuskan untuk mengemban langsung jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai, yang biasanya dipegang oleh figur terpisah.
Keputusan ini ditafsirkan sebagai bagian dari strategi transisi untuk menenangkan dinamika internal partai, menyusul gejolak yang muncul pasca pemberian amnesti terhadap mantan sekjen Hasto Kristiyanto.
Pengamat politik Hendri Satrio atau yang akrab disapa Hensat menilai, peran ganda yang kini diemban Megawati bukanlah praktik umum di tubuh partai berlambang banteng tersebut. Meski demikian, ia menilai langkah tersebut sah-sah saja jika tujuannya menjaga kestabilan.
“Seingat saya, belum pernah sebelumnya ketua umum sekaligus menjabat sekjen. Tapi itu urusan internal partai. Mungkin ini bagian dari upaya untuk meredakan suasana,” ujar Hensat.
Ia menambahkan bahwa Megawati kemungkinan besar hanya akan memegang peran rangkap ini untuk sementara waktu, sampai suasana politik internal maupun eksternal kembali tenang.
“Saya kira Bu Mega sedang mengambil waktu. Setelah situasi lebih stabil, baru akan muncul nama Sekjen definitif—apakah itu Hasto lagi atau sosok baru, kita belum tahu,” imbuh pendiri lembaga survei Kedai KOPI tersebut.
Hensat memperkirakan keputusan soal siapa yang akan mengisi jabatan Sekjen secara permanen akan diumumkan saat PDIP sudah menemukan kembali arah politik yang solid dan ritme internal yang kondusif.
“Untuk saat ini, ini masa penyeimbang. Setelah itu, barulah ada keputusan final dari Bu Mega,” tutupnya.














