JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, dan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding, memberikan klarifikasi terkait foto mereka bermain domino bersama Muhammad Aziz Wellang, mantan tersangka kasus pembalakan liar, yang belakangan viral di media sosial.
Dalam pernyataan resmi, Raja Juli menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal dua pemain lain yang terlihat dalam foto tersebut dan tidak membahas kasus hukum apapun saat pertemuan berlangsung. “Saya baru mengetahui belakangan bahwa mereka pernah menjadi tersangka pembalakan liar. Pertemuan itu murni diskusi santai,” ujarnya, Minggu (7/9/2025).
Sementara itu, Karding menjelaskan bahwa pertemuan terjadi dalam konteks kegiatan rutin Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), di mana dirinya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal dan Aziz Wellang sebagai Wakil Bendahara Umum. Pertemuan KKSS digelar pada Senin, 1 September 2025, dan dihadiri seluruh pengurus, termasuk Andi Rukma Nurdin, Andi Bohar, M Fachri, Riswan, Abdul Rahman, dan Marwah.
“Dalam budaya KKSS, pertemuan sering diisi dengan permainan domino. Raja Juli datang ke posko KKSS dan bermain dua set domino bersama saya serta beberapa pengurus lain,” jelas Karding. Ia menambahkan bahwa seluruh peserta yang dikenal Raja Juli hanyalah dirinya sendiri, dan ia tidak mengetahui latar belakang hukum Aziz Wellang saat itu.
Setelah melakukan pengecekan, Karding mengonfirmasi bahwa status tersangka Aziz Wellang sudah dibatalkan melalui putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan surat penghentian penyidikan (SP3) dari Direktorat Gakkum KLHK.
Kasus pembalakan yang dimaksud terjadi pada November 2024, terkait penebangan ilegal di luar konsesi PT ABL di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Volume kayu yang ditebang sekitar 1.819 meter kubik dengan kerugian negara diperkirakan Rp2,72 miliar. Muhammad Aziz Wellang sebagai Dirut PT ABL sempat ditetapkan tersangka, tetapi statusnya dibatalkan melalui praperadilan pada Desember 2024.
Karding menambahkan, foto permainan domino tersebut diambil oleh salah satu peserta dan dibagikan di grup WhatsApp KKSS serta Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI), bukan untuk tujuan publikasi.














