JurnalPatroliNews – Jakarta — Partai Nasdem memandang kemunculan wacana pencalonan Presiden Prabowo Subianto untuk masa jabatan kedua sebagai sesuatu yang lumrah dalam dinamika politik.
Sikap tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Nasdem, Saan Mustopa, menanggapi langkah Partai Amanat Nasional (PAN) yang membuka peluang mengusung duet Prabowo dengan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, pada Pilpres 2029.
Menurut Saan, setiap partai politik memiliki hak penuh untuk menyampaikan gagasan dan arah politiknya masing-masing. Karena itu, usulan tersebut dinilainya sebagai bagian dari mekanisme internal partai.
“Jika ada partai yang mengusulkan, itu merupakan hal yang biasa. Setiap partai tentu memiliki ruang dan kewenangan internal,” ujar Saan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Meski demikian, Saan menegaskan bahwa realisasi wacana tersebut sepenuhnya bergantung pada keputusan Presiden Prabowo Subianto sendiri. Nasdem, kata dia, memilih untuk menghormati pilihan politik partai-partai lain tanpa ikut mencampuri.
“Pada akhirnya semua kembali kepada Pak Prabowo. Itu adalah wilayah keputusan internal masing-masing partai dan patut kita hormati,” ungkap Wakil Ketua DPR RI itu.
Menanggapi dukungan sejumlah partai agar Prabowo kembali maju meski figur calon wakil presiden belum ditentukan, Saan menilai situasi tersebut masih dalam koridor yang wajar. Ia menyebut, salah satu faktor pendorong munculnya wacana tersebut adalah tingkat kepuasan publik yang relatif tinggi terhadap kinerja pemerintahan saat ini.
Berdasarkan hasil survei terbaru, tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Prabowo disebut mendekati angka 80 persen.
“Angka kepuasan publiknya cukup tinggi, berada di kisaran 79,9 persen,” tutup Saan.














