PDIP Nilai Aksi AS terhadap Venezuela Langgar Prinsip Dasasila Bandung

JurnalPatroliNews – Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk pelanggaran kedaulatan negara berdaulat, menyusul peristiwa penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh otoritas Amerika Serikat. Sikap tersebut menjadi salah satu rekomendasi politik yang dihasilkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP.

Rekomendasi itu dibacakan oleh Ketua DPD PDIP Aceh, Jamaluddin Idham, dalam forum Rakernas yang digelar di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, pada Senin, 12 Januari 2026.

Dalam pernyataannya, PDIP meminta pemerintah Indonesia bersikap tegas dan terbuka menolak segala bentuk intervensi asing yang mencederai kedaulatan negara lain.

“Rakernas I Partai mendorong pemerintah Republik Indonesia untuk secara jelas menolak praktik pelanggaran kedaulatan negara merdeka, sebagaimana yang terjadi dalam kasus penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro,” ujar Jamaluddin saat membacakan sikap partai.

PDIP menilai tindakan Amerika Serikat tersebut bertentangan dengan prinsip hukum internasional serta mencederai nilai-nilai yang terkandung dalam Dasasila Bandung dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut PDIP, praktik intervensi semacam itu tidak sejalan dengan semangat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan segala bentuk penjajahan harus dihapuskan karena bertentangan dengan nilai perikemanusiaan dan keadilan.

Selain isu global, Rakernas I PDIP juga menghasilkan rekomendasi strategis di bidang ketahanan pangan. Partai berlambang banteng tersebut mendorong pemerintah untuk memperkuat kapasitas produksi petani, nelayan, dan peternak sebagai fondasi kedaulatan pangan nasional.

PDIP menekankan pentingnya pengembangan riset dan inovasi pangan, penyediaan sarana dan prasarana produksi, perlindungan harga komoditas pangan rakyat, serta jaminan keberlanjutan lahan pertanian produktif. Perlindungan terhadap benih lokal hasil pemuliaan petani juga menjadi perhatian utama.

Rakernas turut mendorong optimalisasi pemanfaatan pangan lokal sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional.