JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah langsung mengambil langkah tegas setelah mencuat kasus kontaminasi zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada produk udang beku asal Cikande, Banten, yang diekspor ke Amerika Serikat. Insiden ini berujung pada penarikan produk (recall) dan menimbulkan perhatian internasional terkait keamanan pangan Indonesia.
Pada Jumat (12/9/2025), Kementerian Koordinator Bidang Pangan menggelar Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Jakarta, melibatkan 21 pimpinan kementerian/lembaga serta sejumlah instansi terkait. Fokus utama rapat ialah upaya penanganan risiko kesehatan masyarakat serta langkah cepat menghadapi ancaman pencemaran radionuklida.
Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa seluruh pihak terkait harus segera bekerja sesuai kewenangan masing-masing. “Jangan menunggu instruksi saya. Laksanakan tugas dengan cepat untuk membela kepentingan bangsa,” ujar Zulhas dalam pertemuan tersebut.
Ia menambahkan, pemerintah telah membentuk satuan tugas lintas instansi guna memastikan investigasi berjalan sesuai standar ilmiah internasional. “Industri udang merupakan aset penting yang menyerap ribuan tenaga kerja dan menyumbang besar bagi ekspor nasional. Karena itu, perlindungan nelayan, pekerja, dan pelaku usaha menjadi prioritas,” imbuhnya.
Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat, ekspor udang Indonesia pada 2024 mencapai 214,58 ribu ton dengan nilai USD 1,68 miliar. Dengan volume tersebut, Indonesia menempati posisi kelima eksportir udang terbesar dunia setelah Ekuador, India, Vietnam, dan Tiongkok, dengan AS sebagai pasar utama.
Zulhas menegaskan, pemerintah telah melakukan pelokalisiran area dugaan pencemaran dan menyiapkan langkah dekontaminasi. “Keamanan pangan tetap menjadi prioritas. Semua investigasi dilakukan hati-hati dengan metode ilmiah sesuai standar internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan bahwa lembaganya telah berkoordinasi erat dengan KKP. “BPOM bersama KKP memastikan keamanan produk perikanan nasional. Kami berkomitmen bekerja profesional untuk melindungi konsumen dan menjaga kepercayaan pasar global,” tegasnya.














