Pidato Megawati Dinilai Menjadi Oase di Tengah Politik yang Kian Praktis

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pidato Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP mendapat apresiasi sebagai pernyataan politik yang bernilai tinggi di tengah iklim politik nasional yang semakin didominasi pendekatan pragmatis.

Pandangan tersebut disampaikan oleh politisi muda PDIP, Seno Bagaskoro, ketika ditemui awak media di lokasi Rakernas PDIP, Ancol, Jakarta Utara, Minggu, 11 Januari 2026.

Seno menegaskan bahwa Rakernas bukanlah forum seremonial untuk mengagungkan capaian partai. Menurutnya, pembahasan substansi agenda kerakyatan akan dilakukan secara mendalam dan terbuka melalui forum-forum komisi yang melibatkan partisipasi aktif kader.

“Yang berlangsung kemarin baru tahap pembukaan, termasuk pidato Ketua Umum,” ungkap Seno.

Ia menilai pidato Megawati memiliki bobot khusus karena menyoroti nilai-nilai dasar dan prinsip politik, sesuatu yang dinilainya semakin langka di tengah praktik politik yang lebih mementingkan keuntungan jangka pendek.

“Di saat politik nasional hari ini cenderung pragmatis, Ibu Megawati justru mengangkat hal-hal yang bersifat prinsipil—tentang nilai dan arah. Bagi kami, ini adalah pesan yang sangat penting dan jarang disuarakan di panggung politik saat ini,” paparnya.

Lebih jauh, Seno menyebut sikap tersebut sebagai contoh nyata pendidikan politik, terutama bagi generasi muda yang mulai terlibat dalam dunia politik.

“Ini menjadi teladan yang konkret bagi anak muda, bahwa politik tidak semata-mata soal kekuasaan atau ambisi untuk naik jabatan, tetapi juga tentang menjaga nilai dan keberpihakan,” tutupnya.