JurnalPatroliNews – Jakarta – Institut Nobel Norwegia menegaskan bahwa Hadiah Nobel Perdamaian yang telah dianugerahkan kepada tokoh oposisi Venezuela, María Corina Machado, tidak dapat dialihkan, dibagi, ataupun diserahkan kepada pihak lain, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dalam keterangan resminya, Institut Nobel menekankan bahwa keputusan pemberian Nobel bersifat mutlak dan tidak dapat diubah setelah diumumkan kepada publik.
“Setelah diputuskan, hadiah tersebut tidak bisa dicabut, dipindahkan, atau diberikan kepada orang lain. Ketetapan ini bersifat permanen,” demikian penegasan Institut Nobel Norwegia sebagaimana dikutip dari Reuters, Minggu, 11 Januari 2026.
Pernyataan ini disampaikan menyusul munculnya wacana dari Machado yang mengungkapkan keinginannya untuk membagikan atau menyerahkan Hadiah Nobel Perdamaian yang ia peroleh pada Oktober lalu kepada Trump. Keinginan itu muncul sebagai bentuk penghargaan atas peran Amerika Serikat dalam intervensi politik di Venezuela, termasuk operasi yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro beserta istrinya.
Dalam wawancara bersama Fox News melalui program Hannity, Machado menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Trump.
“Secara pribadi saya ingin menyampaikan kepada Presiden Trump bahwa kami, rakyat Venezuela, memandang Nobel ini sebagai milik bangsa kami dan ingin membaginya dengannya,” ujar Machado.
Trump merespons pernyataan tersebut dengan menyatakan bahwa menerima Nobel Perdamaian akan menjadi sebuah kehormatan besar. Ia juga menyebut menantikan pertemuan langsung dengan Machado dalam kunjungan yang direncanakan berlangsung di Washington pada pekan berikutnya.
Machado sendiri merupakan mantan anggota Majelis Nasional Venezuela yang memenangkan pemilihan pendahuluan oposisi pada 2023. Namun, ia dilarang maju sebagai kandidat dalam pemilihan presiden melawan Maduro, sehingga akhirnya memberikan dukungan kepada kandidat alternatif.
Meski berbagai laporan dari pemantau independen menyoroti adanya kejanggalan dalam proses pemilu, Maduro tetap mendeklarasikan kemenangan. Situasi politik yang memburuk dan meningkatnya tekanan terhadap oposisi membuat Machado harus bersembunyi selama lebih dari setahun, sebelum akhirnya kembali tampil di hadapan publik di Norwegia bulan lalu.
Pada kesempatan tersebut, Hadiah Nobel Perdamaian diterima oleh putrinya sebagai perwakilan. Komite Nobel Norwegia dalam pengumuman resminya menyebut Machado sebagai simbol keberanian sipil yang luar biasa di Amerika Latin serta memuji konsistensinya dalam memperjuangkan demokrasi di tengah represi politik.














