Prabowo Tegaskan Pembakaran Gedung DPRD Sebagai Aksi Makar

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menilai serangkaian aksi pembakaran gedung DPRD di sejumlah daerah bukan lagi bagian dari penyampaian aspirasi, melainkan bentuk makar.

Menurutnya, tindakan tersebut dilakukan oleh pihak yang memang berniat menciptakan kekacauan. Ia menyoroti khusus peristiwa di Makassar pekan lalu yang menelan empat korban jiwa.

“Warga yang tidak ada hubungannya dengan politik ikut jadi korban, gedung DPRD dibakar. Ini jelas bukan aspirasi, ini tindakan makar,” kata Prabowo saat menjenguk korban di RS Polri Soekamto, Senin (1/9).

Prabowo menegaskan gedung DPRD adalah simbol demokrasi sekaligus institusi negara. Jika dibakar, maka tujuannya bukan lagi menyampaikan pendapat, melainkan memicu kerusuhan dan mengganggu ketertiban umum. “Saya punya mandat rakyat, bersumpah menjalankan UUD, dan saya akan tegas menindak hal-hal seperti ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo sempat menyatakan bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan secara damai wajib dihargai dan dilindungi. Namun, ia mengingatkan adanya kecenderungan aksi-aksi yang kini bergeser ke arah pelanggaran hukum, bahkan mendekati makar dan terorisme.

Karena itu, ia telah memerintahkan TNI dan Polri untuk bertindak tegas sesuai hukum terhadap pelaku perusakan fasilitas publik, penjarahan, maupun pembakaran. “Silakan masyarakat menyampaikan aspirasi secara damai, pasti akan kami dengar dan tindak lanjuti,” tambahnya.

Forensik Dalami Penyebab Kebakaran DPRD Makassar

Pasca insiden kebakaran DPRD Kota Makassar, tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulsel bersama INAFIS turun langsung melakukan olah TKP sejak Senin pagi (1/9).

Kabid Labfor Polda Sulsel, Kombes Pol Wahyu Marsudi, mengatakan ada 14 personel yang diturunkan. Mereka masih dalam tahap observasi umum untuk melihat pola penyebaran api serta jumlah titik kebakaran.

“Kami belum bisa menyimpulkan sumber api. Gedungnya luas, cukup tinggi, ditambah banyak kendaraan yang ikut terbakar, jadi prosesnya lumayan rumit,” ujar Wahyu.

Ia menegaskan tim akan bekerja maksimal. Jika penyelidikan tidak selesai hari ini, proses akan dilanjutkan esok hari. Hingga berita ini ditulis, belum ditemukan tanda-tanda penggunaan bahan bakar dalam kebakaran tersebut.

Peristiwa di Makassar itu menelan empat korban meninggal dunia di tengah aksi massa yang berlangsung ricuh.