Cuaca Buruk Hantam SB Srikandi Express, TNI AL Amankan Muatan dan Evakuasi Korban

JurnalPatroliNews – Jakarta – TNI Angkatan Laut melalui jajaran Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Karimun (Lanal TBK) kembali menunjukkan kesiapsiagaan tinggi dalam menjaga keselamatan di wilayah perairan nasional.

Pada Rabu, 31 Desember 2025, para prajurit Lanal TBK melakukan aksi evakuasi terhadap awak Speed Boat (SB) Srikandi Express yang mengalami kecelakaan laut dan tenggelam di perairan depan Pulau Parit, Karimun.

Insiden ini bermula saat SB Srikandi Express milik Asna Jaya Grup tersebut bertolak dari Batam menuju Tanjung Buton pada Selasa malam dengan membawa muatan barang ekspedisi. Di tengah perjalanan, kapal tersebut dihadang cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.

Kondisi tersebut menyebabkan air masuk ke dalam badan kapal dan memicu kegagalan fungsi mesin. Kapal yang kehilangan kendali akhirnya terbawa arus ke area dangkal, menabrak bebatuan, dan tenggelam.

Merespons laporan tersebut, Tim Lanal TBK dari Pos Binpotmar Kolong langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Fokus utama petugas adalah melakukan penyelamatan nyawa manusia serta mengamankan sisa barang muatan agar tidak hanyut terbawa arus.

Berkat kesigapan prajurit di lapangan, sebanyak empat orang kru kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan langsung dibawa ke pos TNI AL terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Hingga saat ini, personel TNI AL masih berada di lokasi untuk memantau proses pemindahan barang serta mengawasi bangkai kapal agar tidak mengganggu jalur pelayaran di sekitar perairan Karimun.

Upaya pengamanan ini merupakan implementasi dari perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar prajurit Jalasena selalu tanggap dalam membantu masyarakat maritim.

Aksi sigap ini mempertegas komitmen TNI AL sebagai pelindung kedaulatan sekaligus garda terdepan dalam penegakan keselamatan pelayaran.

TNI AL terus mengimbau para pengguna jasa transportasi laut untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem, terutama di wilayah perairan Kepulauan Riau yang memiliki karakteristik arus kuat dan gelombang yang sulit diprediksi di akhir tahun.