JurnalPatroliNews – Jakarta – KRI Bima Suci, kapal latih andalan TNI AL, memulai etape keduanya dalam misi Pelayaran Muhibah Diplomasi Duta Bangsa dan latihan Kartika Jala Krida (KJK) 2025. Setelah etape pertama dari Surabaya ke Jakarta, kapal ini kini melanjutkan perjalanan menuju Padang. Pelepasan kapal secara resmi dilakukan oleh Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal), Laksda TNI Yayan Sofiyan, di Dermaga Mako Kolinlamil, Jakarta Utara.
Pelayaran kali ini semakin istimewa dengan bergabungnya peserta dari program ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) 2025. Sebanyak 38 perwakilan taruna dan perwira muda dari 21 negara di ASEAN dan negara mitra ikut serta dalam misi ini. Total personel di atas kapal mencapai 120 orang, termasuk 97 taruna AAL dan taruna dari angkatan lainnya.
Rute pelayaran KRI Bima Suci akan melintasi beberapa negara, termasuk Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam, serta beberapa kota di Indonesia seperti Tarakan dan Makassar, dengan jarak tempuh total 6.895 Nautical Mile (Nm).
Selain melatih para taruna, misi ini juga mengusung diplomasi maritim dan budaya. Tujuannya adalah memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia internasional. Asops Kasal, Laksda TNI Yayan Sofiyan, menjelaskan bahwa pelayaran ini sejalan dengan kebijakan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan prinsip “Thousand Friends Zero Enemy”.
Selama pelayaran, para taruna akan mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari olahraga, pertunjukan budaya, hingga mengimplementasikan ilmu pelayaran yang telah mereka pelajari. APCS dianggap sebagai ajang penting untuk membangun jaringan persahabatan antarcalon perwira muda dari berbagai negara. Hal ini juga menjadi cerminan komitmen TNI AL dalam mencetak pemimpin maritim yang siap menghadapi tantangan global.














