JurnalPatroliNews – Jakarta -Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi memimpin langsung upacara persemayaman dan pelepasan empat jenazah prajurit terbaik Korps Marinir TNI AL yang gugur dalam bencana tanah longsor Cisarua.
Upacara militer tersebut dilaksanakan secara khidmat di Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Jakarta, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan shalat jenazah yang diikuti oleh keluarga mendiang, rekan sejawat, serta jajaran pejabat tinggi Korps Marinir. Prosesi ini merupakan bentuk doa dan penghormatan terakhir sebelum jenazah diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing.
Seluruh rangkaian pelepasan dilaksanakan dengan tata upacara militer sebagai wujud penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian tanpa pamrih para prajurit kepada bangsa dan negara.
Dengan ditemukannya seluruh 23 prajurit Korps Marinir yang menjadi korban dalam musibah tersebut, proses pencarian dan evakuasi terpadu yang telah berlangsung sejak hari pertama kejadian kini dinyatakan tuntas.
Operasi kemanusiaan ini merupakan perintah langsung dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali sebagai bentuk komitmen serta tanggung jawab institusi terhadap setiap personelnya.
Usai upacara pelepasan, empat jenazah tersebut diberangkatkan menuju Bandara Raden Inten, Bandar Lampung. Tiga jenazah diserahkan kepada pihak keluarga di Lampung untuk dimakamkan secara militer dengan penghormatan penuh.
Sementara itu, satu jenazah lainnya diberangkatkan menuju Bangka untuk dimakamkan di tanah kelahirannya.
Kegiatan ini sejalan dengan penekanan Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali bahwa setiap prajurit TNI AL harus senantiasa menjunjung tinggi nilai solidaritas dan penghormatan terhadap sesama rekan seperjuangan.
TNI AL memastikan negara hadir untuk memberikan penghargaan terbaik bagi setiap prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas mulia, serta memberikan dukungan moril bagi keluarga yang ditinggalkan.














