TNI AL dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Barang Ilegal di Perairan Bitung

JurnalPatroliNews – Jakarta – TNI Angkatan Laut bersama Bea Cukai kembali menggagalkan upaya penyelundupan barang ilegal di wilayah perairan Indonesia. Kali ini, Tim Quick Response (QR)–8 Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII berkolaborasi dengan Bea Cukai Sulawesi Utara berhasil melumpuhkan sindikat penyelundupan barang asal Filipina di Perairan Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (30/12) malam.

Keberhasilan operasi tersebut disampaikan langsung oleh Komandan Kodaeral VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, dalam konferensi pers di Manado, Rabu (31/12). Ia menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari patroli intensif yang dilakukan tim gabungan di Perairan Batu Angus, Bitung.

Dalam patroli tersebut, prajurit TNI AL mendeteksi sebuah kapal fiber tanpa dokumen resmi yang diduga mencoba menyusup masuk ke wilayah perairan Indonesia. Tim QR-8 kemudian melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil menghentikan kapal tersebut setelah sempat terjadi aksi kejar-kejaran di laut.

“Hasil pemeriksaan di atas kapal menemukan ratusan ekor ayam ras asal Filipina tanpa dokumen karantina, puluhan botol minuman beralkohol, serta sejumlah senjata tajam yang biasa digunakan untuk ayam sabung,” ujar Dery.

Operasi tidak berhenti di laut. Tim gabungan kemudian melanjutkan penyisiran di jalur darat. Di Pelabuhan Ferry Munte, Likupang, petugas kembali mengamankan sebuah truk yang mengangkut 98 koli obat-obatan ayam ilegal. Barang tersebut diketahui diselundupkan menggunakan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tarusi.

Berdasarkan hasil pendataan, total nilai barang bukti yang berhasil diamankan mencapai Rp1.124.572.200. Tindakan ini sekaligus menyelamatkan potensi kerugian negara yang diperkirakan sebesar Rp286.484.768.

Seluruh barang bukti, termasuk kapal yang digunakan pelaku, telah diamankan dan dibawa ke Satuan Patroli Kodaeral VIII di Bitung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dery menegaskan, keberhasilan operasi ini menjadi bukti keseriusan TNI AL dan Bea Cukai dalam menjaga kedaulatan laut serta melindungi perekonomian nasional dari praktik penyelundupan lintas negara.

Senada dengan itu, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa TNI AL akan terus meningkatkan pengawasan dan mengerahkan unsur operasi, khususnya di wilayah perbatasan laut Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah pelanggaran hukum serta masuknya barang ilegal melalui jalur perairan nasional.

“Pengawasan akan terus diperketat sebagai bentuk komitmen TNI AL dalam menjaga keamanan laut dan menegakkan hukum di wilayah yurisdiksi Indonesia,” tegas Kasal.