JurnalPatroliNews – Jakarta – TNI Angkatan Laut menyelenggarakan ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) 2025, sebuah program pelayaran kolaborasi yang melibatkan taruna angkatan laut dari negara-negara ASEAN dan negara-negara mitra. Acara ini berlangsung dari 4 hingga 18 Agustus 2025 dengan tema “Building Synergy Among Future Naval Officers to Foster Navy Brotherhood”.
APCS 2025 bertujuan untuk membangun Confidence Building Measure (CBM) atau ukuran-ukuran membangun kepercayaan antar angkatan laut dunia. Program ini merupakan wujud diplomasi maritim dan komitmen Indonesia terhadap integrasi kawasan, dengan moto “Friendship Over the Oceans”.
Program ini diikuti oleh 61 perwakilan taruna dan perwira muda, termasuk 23 taruna dari Akademi Angkatan Laut (AAL) Indonesia, serta 9 negara ASEAN dan 11 negara mitra ASEAN. Negara-negara yang berpartisipasi antara lain Brunei, Kamboja, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Timor Leste. Sementara itu, negara mitra yang ikut serta meliputi Australia, Cina, Jerman, India, Italia, Jepang, Pakistan, Korea Selatan, Rusia, Turki, dan Inggris.
Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal), Laksda TNI Yayan Sofiyan, menjelaskan bahwa APCS adalah inisiasi dari Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Program ini dirancang untuk menjadi platform pelayaran bersama yang melibatkan serangkaian kegiatan edukatif, budaya, dan latihan di laut. Tujuan utamanya adalah menanamkan kepercayaan dan semangat kerja sama di kalangan calon pemimpin angkatan laut sejak dini, demi menjaga stabilitas maritim global di masa depan.
Asops Kasal juga menegaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan komitmen TNI AL untuk menjalin persahabatan dengan seluruh angkatan laut dunia. Ia berharap APCS dapat mencetak generasi pemimpin maritim yang siap menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.














