JurnalPatroliNews – Jakarta – Kisah keteguhan Nabi Nuh dalam menghadapi cemoohan masyarakat menginspirasi seorang pria kulit hitam asal Missouri, Amerika Serikat, bernama David Steward. Dari hidup penuh tekanan dan diskriminasi, ia berhasil membalikkan keadaan dan kini memiliki kekayaan fantastis hingga ratusan triliun rupiah.
David Steward lahir pada 2 Juli 1951 dan tumbuh di tengah lingkungan yang sarat diskriminasi rasial. Sejak kecil, ia mengalami ketidakadilan akibat sistem segregasi, memaksanya hidup dan belajar terpisah hanya karena warna kulit.
Namun, titik balik dalam hidupnya datang setelah ia merenungi kisah Nabi Nuh tokoh yang tetap teguh membangun bahtera meski terus diejek dan diragukan oleh orang-orang di sekitarnya. Bagi David, semangat Nabi Nuh dalam menghadapi tantangan menjadi pegangan hidup.
“Kalau kamu punya mimpi besar, banyak orang akan mencemoohmu. Mereka akan jadi yang paling vokal dan paling sok tahu untuk meruntuhkan semangatmu,” ucap Steward dalam wawancara bersama Forbes tahun 2004.
Semangat pantang menyerah itu menjadi bekal utama ketika ia memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan kantoran dan membangun perusahaan sendiri di tahun 1990-an. Di tengah ketidakpercayaan banyak orang, ia mendirikan World Wide Technology (WWT), sebuah perusahaan layanan teknologi yang kala itu belum populer.
Tak mudah bagi Steward untuk mengembangkan bisnisnya. Dunia belum siap menerima perusahaan teknologi seperti WWT, apalagi didirikan oleh pria kulit hitam di era yang masih kental diskriminasi. Namun, seperti Nabi Nuh yang terus membangun kapal meski tak ada tanda-tanda banjir, Steward terus maju, yakin bahwa teknologi akan menjadi kebutuhan utama di masa depan.
Perjuangan bertahun-tahun membuahkan hasil. Saat teknologi informasi dan internet meledak, WWT tumbuh menjadi salah satu perusahaan teknologi terkemuka di dunia. Steward pun masuk ke dalam jajaran miliarder dunia. Forbes mencatat kekayaannya mencapai 11,4 miliar dolar AS atau setara dengan sekitar Rp184,6 triliun.
Kisah David Steward menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan diri, ketekunan, dan keyakinan terhadap visi pribadi bisa mengantarkan seseorang dari keterpurukan menuju puncak keberhasilan bahkan saat seluruh dunia meragukannya.








