JurnalPatroliNews – Brussel – Para pemimpin tinggi Uni Eropa melontarkan kecaman keras terhadap aksi kekerasan yang menewaskan puluhan warga sipil Palestina saat mereka sedang mencari bantuan kemanusiaan di Gaza. Mereka menuntut Israel segera menghentikan serangan terhadap warga di titik distribusi bantuan dan menepati komitmennya terhadap hukum internasional.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, melalui pernyataannya di platform X, menegaskan bahwa “tidak ada pembenaran” atas pembunuhan terhadap warga sipil yang tengah membutuhkan pertolongan. Ia menyatakan telah menghubungi Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, untuk menegaskan pentingnya akses bantuan kemanusiaan yang aman dan lancar.
“Saya mendesak agar serangan terhadap warga sipil dihentikan segera. Jika Israel gagal memenuhi janji-janji kemanusiaannya, semua opsi akan dipertimbangkan,” tegas Kallas.
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas kekerasan yang terus terjadi di Gaza. Dalam unggahan di media sosial X, ia menyebut bahwa rekaman dari lapangan “sangat menyayat hati” dan kembali menegaskan bahwa warga sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam konflik apa pun.
“Uni Eropa kembali menyerukan agar bantuan kemanusiaan dapat masuk secara cepat, aman, dan tanpa hambatan,” tulis von der Leyen. Ia juga menekankan pentingnya penghormatan penuh terhadap hukum humaniter internasional.
Pernyataan-pernyataan ini muncul menyusul insiden tragis pada Minggu (20/7), di mana setidaknya 85 warga sipil Gaza dilaporkan tewas akibat tembakan pasukan Israel ketika mereka berkumpul untuk mendapatkan bantuan. Di hari yang sama, enam korban jiwa lainnya dilaporkan jatuh dalam insiden terpisah di dekat pos distribusi bantuan di wilayah Rafah.
Ketegangan internasional atas konflik yang berkepanjangan ini terus meningkat, dengan desakan global yang semakin kuat agar kekerasan segera dihentikan dan hak asasi manusia dihormati.














