JurnalPatroliNews – Kota Bekasi – Insiden meninggalnya Zulfikar, seorang tenaga bantuan di SPBU 34-17120 Jalan Raya Pengasinan, Bekasi Timur, pada 19 Mei 2025, dipastikan bukan disebabkan oleh kecelakaan kerja. Hal tersebut disampaikan langsung oleh pihak pengelola SPBU dan diperkuat oleh keterangan keluarga korban serta hasil investigasi sejumlah pihak terkait.
“Sudah dilakukan pemeriksaan oleh Bimas Polsek Bekasi Timur tak lama setelah kejadian. Tidak ditemukan unsur kelalaian atau kecelakaan kerja dalam kematian almarhum,” ujar Arifin, pengawas SPBU, dalam wawancara bersama Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Indonesia, Rabu (23/7/2025).
Menurut Arifin, Zulfikar ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri di ruang dombak bagian atas tangki bahan bakar sekitar pukul 07.20 WIB. Ia kemudian segera dibawa ke RS Amanda, Tambun Selatan. Namun, nyawanya tak tertolong. “Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban meninggal karena masalah kesehatan pribadi,” ujarnya.
Adik korban, Irgi Hambali, membenarkan bahwa Zulfikar memiliki riwayat penyakit jantung. Ia juga menegaskan bahwa keluarga telah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas. “Kami mohon semua pihak tidak lagi membangun opini negatif atau memberitakan hal yang tak berdasar. Kami tak pernah memberikan kuasa kepada siapa pun untuk melakukan klaim atau pembelaan yang mencemarkan nama baik tempat kerja abang saya,” kata Irgi.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Ketua Umum FWJ Indonesia, Mustofa Hadi Karya (Opan). Ia menilai isu ini tidak semestinya diperbesar, terlebih setelah pihak keluarga menyatakan tidak ada tuntutan atas insiden tersebut.
“Investigasi telah dilakukan oleh Pertamina Regional Jawa Bagian Barat (JBB). Hasilnya, tidak ditemukan unsur kelalaian dari pihak SPBU,” terang Opan. Ia juga menegaskan bahwa manajemen SPBU telah memberikan klarifikasi secara langsung ke kantor Pertamina.
Dengan selesainya investigasi dan sikap resmi keluarga korban, FWJ Indonesia mengimbau agar semua pihak menghentikan spekulasi publik dan menjaga ketenangan keluarga yang ditinggalkan.














