JurnalPatroliNews – Kejaksaan RI baru saja menutup Rapat Evaluasi Kinerja Semester I Tahun 2025. Pertemuan ini menjadi momen penting untuk meninjau pencapaian dan penyerapan anggaran Kejaksaan selama paruh pertama tahun ini. Dalam arahannya, Jaksa Agung memberikan apresiasi sekaligus menekankan pentingnya menjadikan evaluasi ini sebagai acuan untuk perbaikan.
Jaksa Agung menggarisbawahi dua arahan utama untuk seluruh bidang di lingkungan Kejaksaan:
- Optimalkan Kinerja dan Anggaran: Seluruh satuan kerja diminta untuk meningkatkan realisasi anggaran dan kinerja pada semester kedua. Penyerapan anggaran pada semester pertama masih di bawah standar ideal 50%.
- Terapkan Langkah Strategis Berbasis Risiko: Setiap kelompok kerja (pokja) harus segera menjalankan langkah-langkah strategis dengan batasan waktu yang jelas agar target dapat tercapai.
Selain itu, Jaksa Agung juga memberikan instruksi khusus untuk masing-masing bidang, antara lain:
- Bidang Pembinaan: Percepatan pengalihan pengelolaan Rupbasan dan melibatkan TNI untuk perlindungan jaksa.
- Bidang Intelijen: Memperketat pengawasan Pengamanan Pembangunan Strategis dan memperkuat penanganan ancaman ideologis.
- Bidang Tindak Pidana Umum: Meningkatkan kapasitas jaksa dengan pelatihan digital forensik, aset kripto, dan kecerdasan buatan (AI).
- Bidang Tindak Pidana Khusus: Menangani kasus korupsi secara merata, fokus pada kasus strategis, serta mempercepat eksekusi uang pengganti dan denda.
- Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara: Lebih proaktif dalam memberikan pendampingan hukum untuk program-program prioritas nasional seperti program Makan Bergizi Gratis.
- Bidang Pidana Militer: Menyosialisasikan Pedoman Penanganan Perkara Koneksitas dan mempercepat digitalisasi sistem informasi.
- Bidang Pengawasan: Mengubah paradigma pengawasan menjadi konsultan mutu dan menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap pelanggaran.
- Badan Pendidikan dan Pelatihan: Mempercepat reakreditasi LAN untuk menjamin mutu pelatihan.
- Badan Pemulihan Aset: Menyusun SOP pemulihan aset dan menata ulang sistem informasi Rupbasan.
Mengakhiri arahannya, Jaksa Agung mengingatkan bahwa tingginya kepercayaan publik juga diiringi dengan kritik dan tantangan. Oleh karena itu, soliditas dan integritas korps harus terus dijaga, sementara tetap terbuka terhadap evaluasi. Ia secara resmi menutup rapat dan meminta semua jajaran untuk segera menindaklanjuti hasil evaluasi dengan target dan batas waktu yang jelas.








