JurnalPatroliNews – Jakarta – Ketua DPP PDIP Ronny Talapessy menuding ada indikasi kecurangan dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Papua yang digelar Rabu (6/8). Dugaan itu mencakup intimidasi terhadap Panitia Pemungutan Suara (PPS) hingga Bawaslu dan KPU setempat.
Ronny menilai ada pihak yang berupaya mengubah hasil perolehan suara sementara, di mana pasangan calon yang diusung PDIP, Benhur Tomi Mano–Constant Karma (BTM–CK), unggul berdasarkan hitung cepat Poltracking Indonesia dengan 50,85% suara, unggul tipis atas Matius Fakhiri–Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen yang memperoleh 49,15%.
Quick count tersebut memakai metode multistage random sampling dengan margin of error sekitar 1% dan tingkat kepercayaan 95%.
Ronny mengungkap dugaan intimidasi oleh oknum kepolisian terhadap ketua dan anggota Panitia Distrik di Sentani Timur pada Kamis (7/8) malam, serta kasus serupa di Kabupaten Kepulauan Yapen. Ia menilai intervensi tersebut berkaitan dengan latar belakang salah satu pesaing BTM–CK yang merupakan mantan Kapolda Papua.
“Kami ingatkan agar Jakarta jangan mengintervensi kehendak rakyat,” tegasnya.
Meski Poltracking mencatat keunggulan BTM–CK, survei Indikator Politik justru menunjukkan pasangan Matius–Aryoko menang tipis dengan 50,71% suara, sementara BTM–CK meraih 49,29%.
Pasangan Matius–Aryoko diusung 17 partai politik, termasuk Golkar, NasDem, Demokrat, PKS, Perindo, PAN, PKB, Gerindra, hingga PPP.














