Atasi Overkapasitas, Lapas Perempuan Baru Dibangun di Tabanan Bali

JurnalPatroliNews – Denpasar – Pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan terbesar di Bali ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada 2026. Fasilitas baru ini berlokasi di Desa Antap, Kabupaten Tabanan, dan diproyeksikan mampu menampung hingga 1.200 warga binaan.

“Lapas ini berdiri di atas lahan seluas lima hektare, dengan pemandangan langsung ke Pantai Soka di jalur nasional Denpasar–Gilimanuk,” ungkap Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Provinsi Bali, Decky Nurmansyah, di Denpasar, Selasa.

Decky menjelaskan, lapas perempuan tersebut sedang dibangun dalam tahap kedua dan diharapkan menjadi solusi dari persoalan kelebihan kapasitas yang kini dialami Lapas Perempuan Kelas II-A Kerobokan.

Saat ini, Lapas Perempuan Kerobokan menampung 275 warga binaan, terdiri dari 48 tahanan dan 227 narapidana, termasuk 14 di antaranya warga negara asing. Padahal, kapasitas resmi hanya 120 orang, sehingga tingkat hunian telah mencapai 129 persen.

Berbeda dengan Lapas Kerobokan untuk laki-laki yang berada di lokasi berdekatan, lapas baru ini akan memiliki gedung dan akses yang terpisah. “Meski lahannya tidak terlalu luas, fasilitas yang dibangun bisa dimanfaatkan secara maksimal,” kata Decky.

Kanwil Pemasyarakatan Bali mencatat, hingga 17 Agustus 2025 terdapat 4.851 warga binaan di seluruh lapas dan rutan di Bali. Dari jumlah tersebut, Lapas Kerobokan untuk laki-laki menjadi yang paling padat, menampung 1.848 orang, jauh di atas kapasitas 810 orang atau setara 236 persen.

Decky menambahkan, sebagian besar kasus yang menjerat para narapidana dan tahanan di Bali masih didominasi oleh tindak pidana narkotika.