JurnalPatrolinews – Jakarta – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya masih terus mengembangkan kasus penculikan yang menewaskan seorang kepala cabang (Kacab) bank pemerintah, Mohamad Ilham Pradipta (MIP). Hingga kini, polisi telah mengamankan empat orang tersangka, sementara pengejaran terhadap pelaku lain masih dilakukan.
“Kami masih mendalami dan memburu pihak lain yang diduga ikut serta dalam peristiwa ini,” ujar Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Resa Fiardi Marasabessy, Sabtu (23/8/2025).
Tiga tersangka dengan inisial AT, RS, dan RAH ditangkap aparat di sebuah rumah di Jalan Johar Baru III No. 42, Jakarta Pusat.
Sementara itu, tersangka lain berinisial RW dibekuk ketika berusaha melarikan diri melalui bandara di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (23/8/2025).
Peristiwa ini bermula ketika warga Desa Naga Sari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, menemukan jasad MIP pada Kamis (21/8/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, seorang warga tengah menggembalakan ternak dan melihat tubuh korban tergeletak di area persawahan.
Kondisi korban mengenaskan mata, tangan, dan kaki dililit lakban, serta terdapat bekas luka memar di tubuhnya. Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke aparat desa, sebelum diteruskan ke pihak kepolisian.
Kapolsek Serang Baru, AKP Hotma Sitompul, membenarkan kondisi korban. “Saat ditemukan, selain dalam keadaan terikat, terdapat juga luka memar di tubuh korban,” ungkapnya.
Korban, kelahiran 1988 yang berusia 37 tahun, segera dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan autopsi. Proses ini penting untuk mengungkap penyebab kematian serta memperkuat barang bukti penyelidikan.
Meski sejumlah pelaku sudah ditangkap, polisi belum mengungkap motif di balik penculikan dan pembunuhan tersebut. “Empat orang yang sudah diamankan akan diperiksa secara intensif untuk mengetahui latar belakang aksi ini,” kata Resa.














