JurnalPatroliNews – Jakarta – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto atau yang akrab dipanggil Bambang Pacul, menyinggung soal pemberian amnesti dan abolisi ketika menjadi salah satu narasumber dalam Seminar Konstitusi MPR.
Dalam forum tersebut, Pacul awalnya bercerita mengenai istilah “Korea” yang kerap ia gunakan. Ia menyebut istilah itu ketika menyinggung sosok Wakil Ketua MPR dari PKB, Rusdi Kirana.
“Pak Rusdi ini awalnya sukses di dunia ekonomi, punya ratusan pesawat, lalu masuk politik. Kalau ditelusuri sejarahnya, luar biasa. Saya bilang ya beliau ini Korea asli, semangatnya melesat ke atas,” ujar Pacul, dikutip Minggu (24/8/2025).
Pacul menjelaskan, istilah “Korea” ia ambil dari kisah perjuangan bangsa Korea yang berhasil bangkit dari keterpurukan ekonomi pasca-penjajahan. Menurutnya, orang yang memiliki jiwa “Korea” selalu berpikir satu langkah lebih maju.
Dalam konteks itu, ia kemudian menyinggung soal mekanisme abolisi dan amnesti.
“Orang dengan semangat Korea biasanya tidak mau bertele-tele baca teori, yang dipikirkan adalah bagaimana cara mengeksekusi persoalan. Kalau ada jalan buntu, mereka bisa memilih solusi ekstrem, misalnya pakai abolisi atau amnesti,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam praktiknya, Presiden Prabowo Subianto memang pernah menggunakan dua instrumen tersebut, yakni amnesti untuk Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, serta abolisi bagi mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong.
Meski demikian, Pacul menegaskan bahwa pernyataannya bukan ditujukan langsung kepada Prabowo. Ia hanya menilai Prabowo juga bisa dikategorikan sebagai sosok dengan jiwa “Korea”.
“Pak Prabowo bukan dari keluarga susah, beliau lahir dalam keluarga akademisi. Tapi kalau bicara soal cara berpikir, beliau tetap tipe Korea, selalu satu langkah di depan dalam menghadapi masalah,” ungkapnya.














