Mendagri Tito: Keseriusan Kepala Daerah Jadi Kunci Eliminasi TBC

JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa peran kepala daerah sangat menentukan dalam upaya pemberantasan tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Hal itu ia sampaikan saat memimpin Forum 8 Gubernur Percepatan Eliminasi TBC di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta, belum lama ini.

Menurut Tito, komitmen tersebut bisa dilihat dari dua indikator penting: pembentukan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) serta penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD).

“Kalau tim sudah dibentuk, itu artinya ada langkah awal yang baik. Kalau RAD disusun, berarti sudah ada perencanaan nyata untuk dijalankan,” jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (2/9/2025).

Tito kemudian memaparkan perkembangan penanganan TBC di delapan provinsi prioritas, yaitu Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

  • Banten: seluruh TP2TB sudah terbentuk, tapi empat daerah belum punya RAD.
  • Jawa Barat: provinsi sudah lengkap, namun 19 kabupaten/kota belum punya TP2TB dan 13 daerah belum membuat RAD.
  • DKI Jakarta: sudah memiliki TP2TB dan RAD di semua wilayah.
  • Jawa Tengah: semua daerah punya TP2TB, tapi satu kabupaten belum menyusun RAD.
  • Jawa Timur: provinsi sudah ada TP2TB, namun dua kota belum membentuknya, sementara 19 kabupaten/kota masih tanpa RAD.
  • Sumatera Utara: TP2TB provinsi ada, tapi 14 kabupaten/kota belum membentuk, dan 24 daerah belum punya RAD.
  • Sulawesi Selatan: TP2TB provinsi terbentuk, tetapi RAD di tingkat provinsi belum ada, begitu juga 23 kabupaten/kota.
  • NTT: TP2TB provinsi terbentuk, tapi 18 kabupaten/kota belum membuat, dan 21 daerah belum memiliki RAD.

Tito pun meminta gubernur selaku wakil pemerintah pusat di daerah menggunakan kewenangannya untuk mempercepat langkah eliminasi TBC.

Sementara itu, Menko PMK Pratikno menekankan pentingnya dukungan anggaran dari pemerintah daerah agar program berjalan efektif. “TP2TB harus segera aktif dan dimasukkan dalam RPJMD maupun Renstra daerah. Nantinya, Pak Mendagri akan memantau langsung progresnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian khusus terhadap masalah TBC. Bahkan, program percepatan eliminasi TBC masuk dalam agenda quick wins pemerintah.

“Kalau delapan provinsi prioritas ini bisa terkendali, maka penurunan kasus TBC akan jauh lebih signifikan,” kata Budi.