Dua Jet Tempur Venezuela Intai Kapal Perang AS, Ketegangan di Karibia Memanas

JurnalPatroliNews – Jakarta – Situasi di perairan Karibia kembali menegang setelah dua jet tempur F-16 milik Angkatan Udara Venezuela terbang rendah mendekati kapal perusak USS Jason Dunham milik Angkatan Laut Amerika Serikat pada Kamis, 4 September 2025, waktu setempat.

Kapal Jason Dunham, yang dilengkapi sistem rudal kendali Aegis, merupakan bagian dari armada militer AS yang beberapa pekan terakhir ditempatkan di sekitar wilayah perairan Venezuela. Menurut Pentagon, pengerahan tersebut ditujukan untuk mendukung operasi pemberantasan jaringan kriminal terorganisir dan sindikat narkotika internasional.

Departemen Pertahanan AS melalui akun resminya di platform X mengonfirmasi insiden itu. “Tindakan provokatif ini jelas dirancang untuk mengganggu operasi kontra narco-teror yang tengah kami jalankan,” tulis pernyataan tersebut, seperti dilaporkan CBS. Washington juga memperingatkan apa yang disebut sebagai “kartel yang mengendalikan Venezuela” agar tidak mencoba menghalangi misi militer AS.

Ketegangan diplomatik antara Washington dan Caracas kian meningkat sejak Presiden Donald Trump menegaskan komitmennya untuk menindak keras kartel narkoba. Amerika Serikat menuduh Presiden Nicolas Maduro terlibat dalam penyelundupan narkotika ke wilayahnya. Sebagai langkah terbaru, Washington bahkan menggandakan hadiah atas penangkapan Maduro menjadi 50 juta dolar AS.

Di sisi lain, Caracas membantah keras tudingan itu. Awal pekan ini, Maduro menyebut keberadaan kapal-kapal perang AS di lepas pantai negaranya sebagai “ancaman kriminal yang bisa memicu pertumpahan darah.” Sebagai respons, ia memerintahkan pengerahan drone dan kapal perang Venezuela untuk berpatroli di sepanjang garis pantai.

Ketegangan semakin memanas setelah militer AS mengumumkan keberhasilan menghancurkan sebuah kapal yang dituduh membawa narkotika dari Venezuela pada Selasa sebelumnya. Serangan tersebut, menurut pernyataan Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, menewaskan 11 orang yang mereka sebut anggota geng kriminal Venezuela, Tren de Aragua.