Harga Pangan di Jakarta Berfluktuasi, Beras dan Cabai Turun, Minyak Goreng dan Gula Naik

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pergerakan harga kebutuhan pokok di wilayah DKI Jakarta pada Sabtu pagi, 6 September 2025, menunjukkan tren campuran. Beberapa komoditas seperti beras jenis tertentu dan cabai turun harga, sementara minyak goreng, gula, serta beberapa sayuran justru mengalami kenaikan.

Berdasarkan data dari laman infopangan.jakarta.go.id per pukul 06.30 WIB, beras IR I terkoreksi dari Rp15.456 menjadi Rp15.008 per kg, IR II Ramos turun dari Rp14.634 menjadi Rp14.406 per kg, dan beras Muncul I juga melemah dari Rp15.017 menjadi Rp14.575 per kg. Namun, jenis IR 42 (pera) naik ke Rp15.928 per kg dari sebelumnya Rp15.566, sedangkan beras premium Setra I naik tipis ke Rp16.183 per kg dari Rp16.095.

Komoditas cabai mayoritas menurun. Cabai merah keriting berkurang ke Rp46.686 per kg, cabai merah besar turun ke Rp49.100 per kg, cabai rawit merah melemah ke Rp43.977 per kg, dan cabai rawit hijau turun ke Rp42.043 per kg. Satu-satunya yang naik adalah cabai rawit hijau besar yang mencapai Rp43.333 per kg dari Rp42.500.

Untuk bawang, harga bawang merah meningkat ke Rp47.780 per kg dari Rp47.433, sementara bawang putih ikut naik menjadi Rp40.793 per kg dari Rp40.476.

Minyak goreng juga mengalami lonjakan. Minyak goreng curah naik tipis ke Rp19.914 per kg, minyak kemasan premium melonjak ke Rp24.833 per kg dari Rp22.521, sedangkan Minyakita stabil naik ke Rp16.300 per kg dari Rp16.250.

Harga gula pasir tercatat naik ke Rp18.546 per kg dari Rp18.403, sedangkan gula premium mencapai Rp19.250 per kg dari Rp19.000.

Untuk sayuran, kentang bergerak naik ke Rp19.721 per kg, tomat ke Rp18.400 per kg, dan kelapa kupas tembus Rp15.000 per kg. Sementara itu, jeruk Medan justru turun ke Rp30.300 per kg dan semangka tetap stabil di Rp13.183 per kg.

Dari sektor protein hewani, daging sapi has (paha belakang) turun cukup tajam ke Rp140.104 per kg dari Rp144.833, daging sapi semur melemah ke Rp134.333 per kg, namun daging sapi segar justru naik ke Rp138.333 per kg. Daging kambing naik signifikan ke Rp152.500 per kg dari Rp145.000, ayam broiler turun tipis ke Rp40.200 per kg, dan telur ayam ras melemah sedikit ke Rp28.029 per kg.

Harga ikan juga beragam. Bandeng naik ke Rp42.324 per kg, ikan mas melonjak ke Rp40.250 per kg, sementara lele turun tipis ke Rp28.950 per kg dan ikan kembung melemah ke Rp43.750 per kg.

Produk olahan pun tidak stabil. Susu bubuk Bendera 400 gram turun menjadi Rp45.000 per kardus, Dancow 400 gram melemah ke Rp47.500, dan susu kental Bendera 200 gram turun ke Rp13.093 per kaleng. Sebaliknya, susu kental Enak 200 gram naik ke Rp11.896 per kaleng, margarin Blueband cup anjlok drastis ke Rp18.187 per kemasan, sementara margarin sachet naik tipis ke Rp10.786.

Komoditas lain juga menunjukkan fluktuasi. Harga kedelai jatuh ke Rp13.750 per kg dari Rp16.500, sedangkan elpiji 3 kg turun ke Rp20.667 per tabung dari Rp20.933.