Menkeu Purbaya Akui Tantangan Ekonomi Tidak Semakin Mudah

JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi perekonomian Indonesia kini menghadapi tantangan yang kian rumit, baik dari faktor global maupun domestik. Geopolitik internasional disebut menjadi salah satu faktor eksternal utama, sementara dari dalam negeri, pembiayaan berbagai program prioritas pemerintah juga menambah beban tersendiri.

“Dari sisi internal, kita perlu memastikan program prioritas pemerintahan berjalan sesuai arah. Karena itu, saya memohon dukungan penuh dari seluruh jajaran Kementerian Keuangan agar kita bisa bekerja bersama,” ujar Purbaya di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Ia menekankan, kolaborasi menjadi kunci untuk memastikan kebijakan fiskal tetap mampu menjaga stabilitas, mendorong pertumbuhan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sejalan dengan hal itu, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dalam rapat paripurna DPR pada 15 Agustus 2025. RAPBN tahun depan difokuskan pada delapan agenda prioritas, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, hingga pembangunan Tiga Juta Rumah.

Menariknya, usai dilantik sehari sebelumnya, Senin (8/9/2025), Purbaya sempat menyatakan optimisme bahwa memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia tidaklah terlalu sulit. “Ekonomi memang sedang melambat, tapi kelemahannya sudah kami pelajari. Dalam dua sampai tiga bulan ke depan, saya yakin kondisinya akan kembali membaik,” ucapnya kala itu.