JurnalPatroliNews – Jakarta – Sebanyak 331 relawan dan aktivis dari armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) dijebloskan ke Penjara Ktzi’ot, selatan Israel, setelah mereka ditangkap di Pelabuhan Ashdod.
Para aktivis ini tergabung dalam upaya pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang kini tengah diblokade oleh Israel.
Lembaga bantuan hukum Palestina di Israel, Adalah, mengungkapkan bahwa setelah ditangkap, para relawan dipindahkan dari Ashdod ke Penjara Ktzi’ot di Naqab, tempat di mana sidang pengadilan langsung digelar tanpa pemberitahuan kepada pengacara mereka.
“Sidang pengadilan dimulai tanpa pemberitahuan atau izin ke pengacara mereka,” kata pernyataan dari Adalah yang dilaporkan melalui akun Instagram GSF pada Sabtu (4/10/2025).
Menurut Adalah, proses penangkapan ini melanggar hukum internasional. Lembaga tersebut juga menyatakan bahwa ada kekerasan fisik terhadap kru GSF saat mereka ditangkap di pelabuhan, di mana mereka dipaksa berlutut selama berjam-jam dengan tangan terikat menggunakan zip tie.
Proses penangkapan yang dilakukan oleh Israel ini disebut sebagai bentuk penculikan, karena dilakukan di perairan internasional yang seharusnya dilindungi oleh hukum internasional.
“Intersepsi di perairan internasional adalah bentuk penculikan, dan blokade Gaza itu sendiri adalah tindakan ilegal,” jelas Adalah dalam pernyataannya. Mereka juga menegaskan bahwa blokade yang diterapkan Israel kepada Gaza adalah hukuman kolektif yang berpotensi menjadi alat genosida dengan tujuan menyebabkan kelaparan di wilayah tersebut.
Sejak 1 Oktober, Israel telah membajak total 42 kapal dari armada GSF, dengan lebih dari 400 relawan dan aktivis ditangkap, termasuk aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg. Kapal terakhir, Marinette, disergap oleh pasukan Israel saat berada sekitar 75 kilometer dari pesisir Gaza.
Meskipun demikian, koalisi Freedom Flotilla (FFC) menegaskan bahwa perjuangan mereka untuk melawan blokade ini tidak berhenti. Mereka mengerahkan sembilan kapal tambahan yang kini berlayar di perairan internasional Mediterania untuk mencoba membuka akses bantuan ke Gaza.













