Trump Yakin Perundingan Damai Gaza di Mesir Bisa Akhiri Konflik dan Bebaskan Sandera

JurnalPatroliNews – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan keyakinannya bahwa perundingan damai antara Israel dan Hamas yang tengah digelar di Mesir akan menjadi langkah penting menuju penghentian perang di Gaza sekaligus pembebasan para sandera yang masih ditahan.

Pertemuan tersebut digelar pada Senin (6/10) dengan dihadiri delegasi dari kedua pihak. Delegasi Hamas, yang dipimpin oleh Khalil al-Hayya, tiba lebih dahulu di Kairo setelah sebelumnya lolos dari upaya pembunuhan Israel di Qatar.

Sementara itu, Israel mengirimkan perwakilan yang diketuai oleh Ron Demer, Menteri Urusan Strategis, untuk mengikuti negosiasi tersebut.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menuturkan bahwa tahap awal perundingan ini akan menjadi ujian serius bagi kedua belah pihak.

“Melalui fase pertama ini kita akan tahu siapa yang sungguh-sungguh ingin menghentikan perang. Hal itu akan terlihat dari bagaimana negosiasi teknis dan logistik dijalankan,” ujarnya dikutip dari Reuters.

Trump menegaskan bahwa tahap perdana pembicaraan damai harus bisa segera membuahkan hasil.
“Saya mendapat laporan bahwa fase pertama seharusnya selesai dalam pekan ini. Saya meminta semua pihak bergerak cepat,” tulis Trump melalui akun media sosialnya.

Fokus utama dalam fase pertama tersebut adalah pembahasan soal sandera. Hamas disebut menuntut adanya pertukaran sandera dengan tahanan Palestina yang ditahan di Israel.

Hingga kini, diperkirakan masih ada 48 sandera Israel di Gaza, dengan hanya sekitar 20 orang yang diyakini masih hidup, sedangkan ribuan warga Palestina masih mendekam di penjara Israel.

Pekan lalu, Hamas dikabarkan telah menyetujui beberapa poin dalam proposal pembebasan sandera yang diajukan mediator, meski belum bersedia membahas isu perlucutan senjata.

Trump sendiri menyambut baik sinyal positif tersebut dan sempat menyerukan agar Israel menghentikan serangan udara ke Gaza. Namun, seruan itu belum digubris oleh pihak Israel, yang tetap melanjutkan operasi militernya.

Sementara itu, di Tel Aviv, ribuan warga turun ke jalan dalam demonstrasi besar menuntut pemerintah Benjamin Netanyahu segera menyepakati perdamaian dan menghentikan konflik berkepanjangan di Gaza.