Drone dan Rudal Rusia Bikin Panik, Polandia Gerak Cepat Siapkan Jet Tempur NATO

JurnalPatroliNews – Jakarta – Polandia bersama aliansi militernya di NATO meningkatkan kesiapsiagaan pertahanan udara setelah Rusia kembali melancarkan gempuran besar-besaran terhadap Ukraina pada Minggu (5/10/2025). Jet tempur dikerahkan dan sistem pertahanan darat diaktifkan ke level tertinggi untuk mengantisipasi potensi ancaman di kawasan perbatasan.

Komando Operasional Angkatan Bersenjata Polandia menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan tindakan pencegahan untuk menjaga keamanan nasional, khususnya di wilayah timur yang berbatasan langsung dengan Ukraina.
“Pesawat tempur Polandia dan sekutu kini beroperasi di wilayah udara kami, sementara sistem radar dan pertahanan udara darat telah dinaikkan ke tingkat kesiapan tertinggi,” ujar pihak komando, dikutip dari Al Jazeera, Senin (6/10).

Langkah darurat itu diambil usai Rusia kembali menggempur berbagai kota di Ukraina menggunakan rudal dan drone. Di Lviv, yang berjarak sekitar 70 kilometer dari perbatasan Polandia, Wali Kota Andriy Sadovyi melaporkan bahwa sistem pertahanan udara kota bekerja maksimal untuk menahan gelombang serangan tersebut.

Sementara itu, di Sumy, wilayah utara Ukraina, dua drone Rusia dilaporkan menghantam kereta api di sebuah stasiun, menewaskan satu orang dan melukai sekitar 30 lainnya. Di Donbas, seorang jurnalis foto asal Prancis, Antoni Lallican, turut menjadi korban jiwa akibat serangan udara di kota Druzhkivka.

Ketegangan di kawasan ini meningkat sejak akhir September lalu, ketika Polandia sempat menutup sebagian wilayah udaranya menyusul serangan besar Rusia terhadap Ukraina. Dalam insiden terpisah pada bulan yang sama, militer Polandia dan pasukan NATO untuk pertama kalinya melakukan intervensi langsung dengan menembak jatuh drone Rusia yang melanggar wilayah udara mereka.

Tindakan ini menjadi bagian dari operasi patroli udara intensif NATO di Eropa Timur. Peningkatan pengawasan tersebut dilakukan setelah muncul laporan pelanggaran udara dan aktivitas drone Rusia di sejumlah negara anggota aliansi Atlantik Utara itu.