Hamas dan Israel Bahas Gencatan Senjata Usulan Trump dalam Perundingan di Mesir

JurnalPatroliNews Kairo – Delegasi Hamas dan Israel menggelar perundingan tidak langsung di Kairo, Mesir, pada Senin, 6 Oktober 2025, untuk membahas proposal gencatan senjata demi mengakhiri konflik hampir dua tahun di Jalur Gaza.

Pertemuan tersebut dimediasi oleh Mesir dan Qatar, serta berlangsung tertutup. Proses negosiasi ini merupakan bagian dari rencana perdamaian yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Media lokal Al-Qahera News, yang dekat dengan intelijen Mesir, melaporkan bahwa putaran pertama pembicaraan berlangsung dalam suasana positif dan dijadwalkan berlanjut pada Selasa, 7 Oktober 2025.

Rencana perdamaian Trump menitikberatkan pada pertukaran sandera dan tahanan, serta penetapan gencatan senjata sementara.

Seorang sumber dekat Hamas menyebutkan, tahap awal kesepakatan mencakup pembebasan 47 sandera yang masih ditahan di Gaza dengan imbalan ratusan tahanan Palestina dari penjara Israel.

“Saya cukup yakin kita akan mencapai kesepakatan. Hamas telah menyetujui beberapa hal penting,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Meski demikian, situasi di lapangan masih rumit. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di wilayah Gaza sampai semua sandera dibebaskan.

Selain itu, rencana tersebut juga mencakup perlucutan senjata Hamas dan penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza.

Pejabat Hamas mengatakan bahwa kesepakatan awal turut mencakup penghentian serangan udara Israel secara paralel dengan penghentian operasi militer Hamas.

Negosiasi diperkirakan akan berlangsung beberapa hari ke depan, seiring upaya para pihak mencapai konsensus atas isu-isu kunci.