JurnalPatroliNews – Jakarta – Havana menuding Amerika Serikat (AS) sedang merancang skenario provokasi politik dan militer yang berpotensi dijadikan dalih untuk melakukan intervensi langsung ke Venezuela.
Melalui pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Kuba mengungkapkan adanya indikasi bahwa Washington tengah menyiapkan aksi yang dapat dipakai sebagai pembenaran agresi.
Menurut informasi yang disampaikan pemerintah Venezuela, terdapat dugaan rencana serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Caracas menggunakan bahan peledak. Serangan ini disebut-sebut diorganisir oleh kelompok sayap kanan di Venezuela untuk memancing alasan bagi AS melancarkan operasi militer.
“Bukan pertama kalinya Amerika Serikat menggunakan manuver seperti ini demi membenarkan tindakan agresi militer,” tegas pernyataan Kemenlu Kuba, Sabtu (11/10/2025).
Kuba juga mengkritik sejumlah pejabat Washington, termasuk Menteri Luar Negeri dan beberapa anggota Kongres dari Florida yang dikenal berhaluan anti-Kuba. Mereka dianggap secara sembrono mendorong ancaman penggunaan kekuatan bersenjata dengan tujuan menggulingkan Presiden sah Venezuela, Nicolás Maduro Moros.
“Kami sudah berulang kali memperingatkan bahwa eskalasi AS terhadap Venezuela memiliki tujuan jelas: menjatuhkan pemerintahan konstitusional Presiden Maduro, lalu menempatkan pemerintahan boneka yang bersedia menyerahkan minyak, sumber daya strategis, bahkan kedaulatan bangsa kepada AS,” lanjut pernyataan tersebut.
Dengan kondisi yang semakin genting, Kuba mengajak masyarakat internasional bersatu menolak segala bentuk rencana militer terhadap Caracas.
“Kami menegaskan kembali dukungan penuh dan tak tergoyahkan kepada pemerintahan Bolivarian dan Chavista Venezuela, serta persatuan rakyat dan angkatan bersenjatanya,” tutup pernyataan itu.














