Gelombang Resign Mengancam Australia, Jutaan Pekerja Alami Burnout Parah

JurnalPatroliNews – Jakarta – Jutaan warga Australia berencana meninggalkan pekerjaan mereka dalam setahun ke depan karena tingkat kelelahan kerja yang semakin parah.

Penelitian terbaru Allianz Australia mengungkap hampir 80 persen karyawan dan 66 persen manajer tidak yakin organisasi mereka menerapkan kebiasaan kerja yang sehat atau memiliki batasan jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Sebanyak 59 persen karyawan melaporkan tekanan mental akibat beban kerja berlebih, terlalu banyak rapat, serta ekspektasi yang tidak realistis. Rata-rata pekerja juga menghabiskan 3,3 jam per minggu untuk pekerjaan atau rapat yang dianggap “tidak perlu”. Sementara itu, 32 persen mengaku kesulitan mengambil waktu istirahat yang cukup.

Walau Australia telah memberlakukan undang-undang “hak untuk berhenti bekerja” di luar jam kantor, 19 persen responden mengaku teknologi membuat mereka tetap terhubung dengan pekerjaan. Selain itu, 25 persen lainnya merasa tekanan biaya hidup semakin menurunkan kinerja mereka.

Menurut Allianz, sekitar 2,73 juta warga Australia kini mempertimbangkan untuk berhenti dari pekerjaannya dalam 12 bulan mendatang. Jumlah klaim kompensasi akibat tekanan mental juga meningkat 28,4 persen antara tahun keuangan 2021 hingga 2025. Rata-rata waktu istirahat per klaim naik menjadi 81 hari, meningkat sekitar 10 persen.

“Stres mental dan tekanan kerja merupakan penyebab terbesar kedua klaim psikologis aktif, mencapai 34 persen,” ujar Mark Pittman, Manajer Umum Eksekutif Cedera Pribadi Allianz Australia, dikutip dari 9News, Selasa (14/10/2025). Ia menambahkan bahwa pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam menjaga kesehatan mental karyawan.

Allianz pun mengimbau perusahaan lebih fokus pada upaya pencegahan burnout, termasuk dengan menyediakan dukungan daring bagi kesejahteraan karyawan. Penelitian juga menunjukkan banyak pekerja kesulitan menjadwalkan waktu pribadi karena terbebani tanggung jawab rumah tangga seperti mengurus anak dan pekerjaan rumah.