BNN Bongkar Pabrik Sabu di Apartemen Cisauk, Untung Rp 1 Miliar dalam 6 Bulan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil membongkar pabrik produksi narkotika jenis sabu yang beroperasi di sebuah apartemen di kawasan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Pabrik rumahan ini diketahui telah beroperasi selama enam bulan dan menghasilkan keuntungan hingga Rp 1 miliar.

Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, mengatakan bahwa dua pelaku berinisial IM dan DF berhasil ditangkap dalam penggerebekan tersebut. “Kegiatan ini sudah berjalan selama enam bulan dan kami menangkap dua pelaku berinisial IM dan DF. Keuntungan selama enam bulan diperkirakan mencapai Rp 1 miliar,” ujarnya pada Sabtu (18/10/2025).

Menurut Komjen Suyudi, pemasaran sabu dilakukan melalui media sosial dan sistem tempel, yakni metode yang biasa digunakan jaringan narkotika untuk menghindari kontak langsung dengan pembeli.

“Pemasaran dilakukan dengan menggunakan ponsel. Mereka melakukan perjanjian di satu lokasi, barang ditaruh dan diawasi dari jauh sebelum diambil pembeli. Namun, ada juga yang diserahkan secara langsung,” jelasnya.

Dalam jaringan ini, pelaku IM yang merupakan residivis kasus serupa bertugas sebagai peracik sabu, sementara DF berperan sebagai pemasaran yang menjual hasil produksi. “IM belajar membuat sabu dari pelaku lain berinisial JN, yang kini juga menjadi target penangkapan BNN,” tambah Suyudi.

BNN mengamankan sejumlah barang bukti berupa sabu cair dan kristal, bahan kimia, serta peralatan laboratorium produksi. Barang bukti yang disita antara lain 209,02 gram kristal metamfetamin, 1.066 gram prekursor ephedrine, 1.503 ml aseton, 400 ml asam sulfat, dan 3.434 ml toluen.

“Semua barang bukti ini digunakan untuk produksi sabu. Kami akan terus mendalami jaringan ini guna menekan produksi dan peredaran narkotika di wilayah Tangerang dan sekitarnya,” pungkas Komjen Suyudi.