Imigrasi Ngurah Rai dan BNN Bali Amankan WN Ukraina, Diduga Terkait Narkotika dan Overstay


JurnalPatroliNews – BADUNG — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Bali mengamankan seorang warga negara asing (WNA) asal Ukraina yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika sekaligus melanggar izin tinggal.

Penindakan dilakukan dalam rangkaian patroli keimigrasian “Dharma Dewata” pada Sabtu, 18 April 2026, di kawasan Canggu, Badung, Bali.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menjelaskan bahwa operasi ini bermula dari informasi BNN terkait aktivitas mencurigakan seorang WNA di sebuah penginapan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim patroli Imigrasi bergerak menuju lokasi sekitar pukul 15.00 WITA dan berkoordinasi dengan pihak keamanan villa serta petugas BNN untuk melakukan penindakan terhadap target berinisial DB (32).

“Setelah dilakukan pemeriksaan di kamar yang bersangkutan, petugas menemukan alat bantu penggunaan obat terlarang yang diduga telah digunakan,” ujar Bugie.

Meski tidak ditemukan barang bukti narkotika, hasil pemeriksaan lanjutan mengungkap pelanggaran keimigrasian. DB diketahui telah tinggal di Indonesia melebihi izin yang diberikan atau overstay selama 66 hari.

Saat ini, yang bersangkutan telah diamankan di Kantor Imigrasi Ngurah Rai untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Kami tidak memberikan toleransi bagi warga asing yang melanggar aturan hukum di Indonesia, baik pelanggaran izin tinggal maupun keterlibatan dalam tindak pidana lainnya. Yang bersangkutan akan dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian berupa deportasi dan penangkalan,” tegas Bugie.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, mengapresiasi sinergi antarinstansi dalam operasi tersebut.

Menurutnya, patroli “Dharma Dewata” merupakan upaya nyata untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Bali sebagai destinasi wisata internasional.

“Kami ingin memastikan Bali tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi wisatawan yang menghormati hukum dan kearifan lokal,” ujarnya.

Imigrasi Ngurah Rai menegaskan akan terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak guna menjaga Bali dari penyalahgunaan narkotika serta pelanggaran hukum keimigrasian, sekaligus mendukung terciptanya pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.