Muslim Pertama Pimpin New York, Ini Profil Zohran Mamdani

JurnalPatroliNews – New York – Politisi muda Zohran Mamdani (34), seorang sosialis demokrat progresif, resmi memenangkan pemilihan Wali Kota New York City pada Selasa (4/11/2025).

Kemenangan ini menandai lompatan besar dalam karier politiknya, dari anggota parlemen negara bagian yang sebelumnya kurang dikenal menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di Partai Demokrat Amerika Serikat.

Kemenangan Zohran Mamdani bukan sekadar pencapaian politik biasa. Ia mencatat sejarah sebagai Muslim pertama yang terpilih menjadi wali kota di kota terbesar Amerika Serikat tersebut.

Dalam pemilihan tersebut, Mamdani berhasil mengalahkan mantan Gubernur Andrew Cuomo (67) yang maju sebagai calon independen.

Pertarungan keduanya menjadi simbol benturan ideologi dan generasi, sekaligus menggambarkan arah baru politik Amerika yang semakin terbuka bagi kelompok muda progresif.

Profil dan Latar Belakang

Zohran Mamdani lahir di Kampala, Uganda, pada 18 Oktober 1991. Saat berusia tujuh tahun, ia bersama keluarganya pindah ke New York dan menetap hingga dewasa.

Ayahnya, Mahmood Mamdani, adalah profesor di Universitas Columbia yang dikenal luas di dunia akademik, sementara ibunya, Mira Nair, merupakan sutradara kenamaan asal India yang banyak menghasilkan film-film internasional.

Lingkungan keluarga yang sarat dengan nilai akademis dan artistik membentuk pandangan Mamdani terhadap keadilan, kemanusiaan, dan pluralisme.

Ia menempuh pendidikan di Bronx High School of Science dan melanjutkan studi di Bowdoin College, di mana ia meraih gelar sarjana studi Afrika.

Sebelum terjun ke dunia politik, Mamdani aktif dalam gerakan advokasi perumahan di New York, bekerja sebagai konselor pencegahan penyitaan rumah bagi masyarakat kelas pekerja.

Kepeduliannya terhadap isu sosial dan ketimpangan ekonomi membuatnya dipercaya untuk mewakili rakyat di tingkat negara bagian. Ia kemudian terpilih menjadi anggota Majelis Negara Bagian New York mewakili Distrik 36 di Queens.

Dengan kemenangan tersebut, Mamdani menjadi anggota majelis keturunan Asia Selatan pertama sekaligus Muslim ketiga yang pernah menduduki jabatan tersebut di New York State Assembly.

Dukungan terhadap Palestina dan Isu Global

Dalam politik Amerika yang cenderung pro-Israel, Zohran Mamdani dikenal berani mengambil posisi berbeda. Sejak masa kuliah, ia mendirikan cabang pertama organisasi Students for Justice in Palestine di kampusnya sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Mamdani juga dikenal mendukung gerakan Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS) terhadap institusi yang diduga terlibat dalam pelanggaran HAM di Palestina.

Pada tahun 2023, ia mengajukan rancangan undang-undang untuk mencabut status bebas pajak bagi lembaga amal yang mendukung pembangunan permukiman ilegal Israel.

Meskipun usulannya tidak disahkan, langkah itu menunjukkan konsistensinya memperjuangkan keadilan global. Dalam wawancara bersama jurnalis Mehdi Hasan pada Desember 2024, ia bahkan menegaskan bahwa dirinya akan menangkap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, jika berkunjung ke New York.

Zohran Mamdani juga vokal menentang agresi militer Israel terhadap Gaza. Dalam sebuah unggahan di platform X pada 31 Oktober 2024, ia menulis: “Saya akan selalu berbicara berdasarkan fakta. Israel sedang melakukan genosida.”

Pernyataannya menuai reaksi luas. Kalangan muda progresif menilai Mamdani sebagai simbol kejujuran dan keberanian dalam politik modern, sementara sebagian politisi konservatif mengecam pandangannya.

Bahkan, Presiden Donald Trump menyerang Mamdani melalui Truth Social, menyebutnya “komunis gila 100%”. Namun serangan itu justru memperkuat dukungan publik terhadap Mamdani, terutama dari generasi muda yang menginginkan perubahan nyata dalam politik Amerika.