JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diketahui melakukan percakapan telepon pada Sabtu, 15 November 2025 waktu setempat.
Dalam keterangan resmi yang dirilis Kremlin, kedua pemimpin berdiskusi mengenai perkembangan terbaru di Timur Tengah, termasuk situasi di Gaza, isu nuklir Iran, serta keamanan di wilayah Suriah.
Kremlin menyebut bahwa panggilan telepon tersebut diinisiasi langsung oleh Putin, yang menekankan pentingnya mencegah peningkatan ketegangan di kawasan.
“Presiden Putin menegaskan perlunya seluruh pihak menunjukkan sikap menahan diri demi menghindari eskalasi lebih jauh,” demikian pernyataan dari Kremlin, sebagaimana dikutip Times of Israel.
Dari pihak Israel, Kantor Perdana Menteri (PMO) juga mengonfirmasi adanya percakapan tersebut. PMO menjelaskan bahwa komunikasi itu dilakukan dalam konteks dinamika regional yang terus berubah.
“Pembicaraan berlangsung membahas isu-isu kawasan,” ujar PMO tanpa memberikan detail tambahan.
Netanyahu disebut menyampaikan pandangan mengenai keamanan Israel serta situasi terkini di Gaza kepada Putin. PMO menambahkan bahwa percakapan tersebut merupakan bagian dari komunikasi rutin yang intens antara kedua pemimpin dalam beberapa pekan terakhir.
Baik Moskow maupun Tel Aviv tidak menjabarkan langkah konkret yang dibahas, namun keduanya sama-sama menegaskan perlunya menjaga stabilitas di Timur Tengah.
“Dialog seperti ini penting untuk membaca dinamika regional,” kata seorang pejabat Israel yang enggan disebutkan namanya.
Hubungan Rusia–Israel saat ini berada dalam fase yang sensitif, terutama terkait operasi militer Israel di Gaza serta posisi Rusia terhadap Iran dan Suriah. Meski begitu, komunikasi ini menunjukkan bahwa ruang diplomasi antara kedua negara tetap berlangsung.














