Putin Perintahkan Ilmuwan Rusia Kembangkan Vaksin Anti-Aging Pertama di Dunia


JurnalPatroliNews – Jakarta –  Presiden Rusia Vladimir Putin menginstruksikan percepatan proyek ambisius pengembangan vaksin anti-aging pertama di dunia, sebuah terapi gen mutakhir yang diklaim mampu memperlambat penuaan sel dan memperpanjang usia manusia.

Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda strategis Kremlin untuk menghadapi penurunan populasi, krisis demografi, sekaligus memperkuat posisi Rusia dalam persaingan bioteknologi global.

Wakil Menteri Sains dan Pendidikan Tinggi Rusia, Denis Sekirinsky, menjelaskan bahwa terapi eksperimental itu menargetkan reseptor RAGE, gen yang diyakini berperan penting dalam proses penuaan seluler.

Menurutnya, aktivasi gen tersebut dapat mempercepat penuaan sel, sementara pemblokiran reseptor itu diyakini mampu memperpanjang masa muda sel.

“Gen RAGE adalah reseptor yang aktivasinya memicu penuaan sel. Sebaliknya, memblokir gen ini dapat memperpanjang masa muda sel,” ujar Sekirinsky dalam konferensi healthy longevity di Saransk, seperti dikutip kantor berita TASS, Minggu, 3 Mei 2026.

Ia menegaskan bahwa proyek tersebut diarahkan untuk menciptakan obat terapi gen pertama di dunia yang secara khusus dirancang untuk memblokir reseptor tersebut.

Jika berhasil, Rusia berpeluang menjadi negara pertama yang menghadirkan terapi gen anti-penuaan, membuka babak baru dalam dunia sains medis modern yang selama ini lebih banyak didominasi negara-negara Barat.

Pengembangan teknologi tersebut dijalankan oleh Institute of Aging Biology and Medicine di bawah program nasional New Technologies for Health Preservation, sebuah proyek besar yang diluncurkan pada 2025 atas instruksi langsung Putin.

Pemerintah Rusia disebut telah mengalokasikan dana lebih dari 2 triliun rubel atau setara sekitar 26,4 miliar dolar AS untuk mendukung riset tersebut.

Wakil Perdana Menteri Rusia, Tatyana Golikova, sebelumnya menyebut produksi obat anti-penuaan itu ditargetkan mulai berlangsung pada periode 2028 hingga 2030.

“Apa yang beberapa waktu lalu dapat kita gambarkan sebagai masa depan yang luar biasa kini menjadi kenyataan,” ujarnya.

Sejumlah laporan media independen juga mengaitkan proyek ini dengan visi elite dekat Putin, termasuk Kepala Kurchatov Institute, Mikhail Kovalchuk, yang disebut memiliki ketertarikan besar terhadap riset genetika dan gagasan tentang kehidupan abadi.

Putin sendiri kini berusia 73 tahun, sementara banyak pejabat tinggi Rusia lainnya juga berada dalam rentang usia serupa. Berdasarkan data resmi, rata-rata harapan hidup pria di Rusia saat ini berada di kisaran 67 tahun.