JurnalPatroliNews – Jakarta – Badan Kejahatan Nasional Inggris (NCA) mengumumkan keberhasilan membongkar sebuah jaringan pencucian uang bernilai miliaran dolar yang beroperasi di berbagai kota di Inggris dan berperan menyalurkan dana bagi operasi militer Rusia di Ukraina. Informasi ini disampaikan pada Jumat, 21 November 2025, sebagai bagian dari investigasi besar bertajuk Operation Destabilise.
Menurut NCA, jaringan tersebut menggerakkan ratusan kurir di 28 kota untuk mengumpulkan uang tunai dari berbagai aktivitas kriminal, mulai dari peredaran narkoba, perdagangan senjata, hingga kejahatan siber. Uang tersebut kemudian dengan cepat diubah menjadi aset kripto sebelum dialirkan ke luar negeri.
Dalam operasi sejauh ini, otoritas Inggris telah menangkap 128 individu dan menyita lebih dari £25 juta, baik dalam bentuk uang tunai maupun aset digital.
“Untuk pertama kalinya, kami mampu menelusuri rantai perdagangan narkotika di lingkungan lokal hingga ke struktur kriminal terorganisir tingkat internasional, termasuk upaya penghindaran sanksi, industri Rusia, dan aktivitas yang terkait dengan negara,” ujar Wakil Direktur NCA bidang Kejahatan Ekonomi, Sal Melki.
Mengutip laporan France24, penyidik menemukan sebagian dana mengalir melalui Bank Keremet di Kirgistan. Lembaga keuangan tersebut diam-diam diambil alih oleh Altair Holding SA pada 25 Desember 2024 — sebuah perusahaan yang diduga memiliki keterkaitan dengan George Rossi, sosok di balik jaringan TGR.
Bank Keremet kemudian berperan memfasilitasi aliran dana menuju Promsvyazbank, bank milik negara Rusia yang dikenal mendukung sektor pertahanan. Departemen Keuangan AS sebelumnya telah menuduh Bank Keremet membantu Moskow menghindari sanksi internasional.
NCA menegaskan bahwa dua kelompok besar, yakni jaringan Smart dan TGR, menjadi motor utama operasi pencucian uang ini. Keduanya diduga menyediakan jalur bagi klien Rusia untuk memindahkan dana ke Inggris serta menghindari berbagai pembatasan finansial.














