JurnalPatroliNews – Jakarta – Sebuah delegasi dari Amerika Serikat yang beranggotakan pejabat terpilih dan pengusaha asal Great Neck, Nassau County, New York, melakukan lawatan ke kota Dakhla, wilayah Sahara Maroko, pada pekan ini. Kunjungan tersebut bertujuan menilai potensi ekonomi kawasan, membuka ruang investasi baru, sekaligus memperkuat jaringan kerja sama jangka panjang.
Anggota delegasi, Lior Cohen, menjelaskan bahwa pihaknya tidak sekadar mencari proyek pendek, tetapi ingin membangun kemitraan yang berkesinambungan dengan pemangku kepentingan lokal.
“Tujuan kami adalah membentuk hubungan ekonomi yang solid dan berjangka panjang, bukan transaksi satu kali,” ujarnya, Minggu (23/11/2025).
Selama berada di Dakhla, delegasi AS mengadakan serangkaian pertemuan dengan pejabat lokal, termasuk Wali wilayah Dakhla-Oued Eddahab, Gubernur Oued Eddahab, Presiden Dewan Kota Dakhla, Direktur Pusat Investasi Regional, hingga pimpinan asosiasi pengusaha setempat. Mereka menerima gambaran menyeluruh mengenai proyek-proyek infrastruktur dan fasilitas insentif bagi investor.
Para pejabat Maroko menekankan bahwa kawasan tersebut menyimpan potensi besar di berbagai sektor, mulai dari energi terbarukan, pertanian, perikanan, pariwisata, hingga proyek desalinasi air laut untuk perluasan lahan produksi pangan.
Delegasi AS mengaku terpukau dengan kekuatan energi angin dan matahari di wilayah itu, termasuk proyek ladang angin 900 MW yang sedang dikerjakan. Mereka juga mendapat paparan tentang megaproyek Pelabuhan Atlantik Dakhla senilai 1,6 miliar dolar AS, yang dirancang sebagai pusat konektivitas baru antara Maroko, Afrika Barat, Eropa, dan Amerika.
Di sektor pertanian, rencana ekspansi lahan irigasi seluas 5.000 hektare melalui pembangunan instalasi penyulingan air laut turut menarik minat para investor. Potensi budidaya perikanan (akuakultur) di pesisir Dakhla yang kaya sumber daya juga menjadi salah satu fokus pembahasan.
Investor kesehatan AS, Edwin Cohen Azarkian, bahkan menyatakan ketertarikannya untuk kembali berkunjung karena melihat momentum ekonomi wilayah tersebut yang semakin dinamis.
Dalam Investment Climate 2025, pemerintah AS menempatkan Maroko sebagai pintu gerbang strategis menuju Afrika, Eropa, dan Timur Tengah—menjadikannya salah satu destinasi investasi asing yang paling menjanjikan. Posisi ini diperkuat oleh infrastruktur kelas dunia seperti pelabuhan Tanger-Med, serta proyek Nador West Med dan Dakhla Atlantic, yang merupakan bagian dari Inisiatif Atlantik Maroko untuk menghubungkan negara-negara Sahel ke jaringan perdagangan global.
Maroko juga menjadi satu-satunya negara Afrika yang memiliki Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) dengan Amerika Serikat, mempertegas ambisinya menjadi pusat finansial dan komersial regional.














