JurnalPatroliNews – Jakarta – Kekayaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan merosot tajam sekitar US$ 1,1 miliar atau setara Rp 18,4 triliun sejak September 2025. Penurunan besar ini berkaitan langsung dengan terpuruknya saham perusahaan media dan teknologi miliknya, Trump Media and Technology Group (TMTG), serta melemahnya pasar kripto global.
Mengutip Forbes, saham TMTG yang diperdagangkan dengan kode DJT ditutup di level US$ 10,18 pada Jumat (21/11/2025).
Angka ini mendekati titik terendah sepanjang masa dan terjadi bersamaan dengan jatuhnya harga bitcoin serta sejumlah token kripto lain yang selama ini menjadi bagian penting dari portofolio investasi Trump.
Akibat kondisi tersebut, total kekayaan Trump kini diperkirakan sekitar US$ 6,2 miliar atau Rp 103,5 triliun. Jumlah ini turun signifikan dibanding rekor US$ 7,3 miliar atau Rp 121,9 triliun pada September 2025, ketika kekayaannya sempat melonjak US$ 3 miliar dalam setahun. Lonjakan tersebut sempat mengerek posisinya ke peringkat 201 dalam daftar Forbes 400, naik 118 peringkat dari tahun sebelumnya.
Kenaikan kekayaan Trump kala itu banyak ditopang oleh investasi kripto keluarga Trump, termasuk proyek World Liberty Financial yang diumumkan pada 2024. Proyek tersebut menerima pendanaan US$ 75 juta dari pengusaha kripto Justin Sun.
Trump dan tiga putranya menjadi pendiri platform decentralized finance itu, yang menciptakan 100 miliar token WLFI, dengan 22,5 miliar dialokasikan untuk DT Marks DEFI LLC—perusahaan yang 70 persen sahamnya dimiliki Trump.
Ketika diluncurkan, token WLFI sempat menyentuh harga US$ 0,310 namun kini merosot menjadi US$ 0,158. Anjloknya token ini semakin memperparah penurunan nilai kekayaan Trump yang juga terdampak oleh melemahnya saham DJT.
Laporan ke Securities and Exchange Commission (SEC) menunjukkan TMTG mencatatkan kerugian US$ 54,8 juta dan pendapatan hanya US$ 973.000 pada kuartal III 2025.
Nilai kepemilikan bitcoin perusahaan juga turun sekitar US$ 48 juta, meski sedikit terbantu oleh keuntungan US$ 33 juta dari aset kripto Cronos.
Sementara itu, Trump sebelumnya mengklaim dirinya telah melepaskan kepentingan bisnis pribadi sejak menjabat, termasuk mengalihkan kepemilikan saham TMTG senilai US$ 4 miliar ke sebuah revocable trust yang dikendalikan Donald Trump Jr.
Namun, dokumen regulator di Inggris pada April 2025 menunjukkan Trump masih memiliki kendali atas bisnis-bisnis tersebut. Ia juga tercatat masih memegang hampir 115 juta saham DJT melalui trust itu.
Penurunan ini menempatkan Trump dalam sorotan publik, terutama karena ketergantungan portofolionya pada saham teknologi dan aset kripto yang cenderung volatil.
Forbes menilai kekayaan Trump masih berpotensi berubah cepat, tergantung pergerakan pasar dan kondisi perusahaan yang ia kendalikan.














