Penembakan Massal di Thailand: Polisi Dalami Motif, PM Singgung Kondisi Pelaku

JurnalPatroliNews | Nonthaburi, Thailand – Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengungkapkan bahwa pelaku penembakan massal di sebuah sekolah di Provinsi Nonthaburi diduga telah mempersiapkan aksinya sebelum melakukan serangan yang menewaskan tujuh orang, termasuk dirinya sendiri.

Pernyataan tersebut disampaikan Anutin saat meninjau lokasi kejadian pada Jumat (7/8/2026), berdasarkan informasi awal yang diperoleh aparat dari proses penyelidikan.

Menurut Anutin, hasil pemeriksaan sementara terhadap teman dekat pelaku menunjukkan bahwa pelajar tersebut disebut mengalami tekanan yang berkaitan dengan aktivitas di lingkungan sekolah. Namun demikian, penyelidikan mengenai motif pasti masih terus berlangsung.

“Polisi menginterogasi teman dekatnya yang mengatakan tersangka mengalami stres terkait sekolahnya,” ujar Anutin kepada wartawan.

Ia juga menyampaikan bahwa pola tindakan pelaku mengindikasikan adanya unsur perencanaan sebelum serangan dilakukan.

“Tindakannya juga menunjukkan bahwa dia telah merencanakan penembakan tersebut dengan jelas,” katanya.

Berdasarkan keterangan Kepolisian Nasional Thailand, insiden yang terjadi di Sekolah Debsirin Nonthaburi mengakibatkan sedikitnya tujuh orang meninggal dunia, termasuk pelaku.

Selain korban jiwa, belasan orang lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis.

Menteri Pendidikan Thailand Prasert Jantararuangtong menyatakan korban meninggal terdiri atas guru dan siswa.

Otoritas Thailand juga mengungkapkan bahwa sebelum menuju sekolah, pelaku diduga lebih dahulu membunuh kakeknya. Senjata yang digunakan dalam penembakan disebut merupakan milik sang kakek.

Hingga kini, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi, motif, serta faktor-faktor yang melatarbelakangi tragedi tersebut.

Pemerintah Thailand juga telah mengoordinasikan penanganan bagi para korban, keluarga, serta komunitas sekolah yang terdampak insiden tersebut.

JurnalPatroliNews akan terus mengikuti perkembangan penyelidikan berdasarkan informasi resmi dari otoritas Thailand.

Komentar