JurnalPatroliNews | Surabaya – Perkembangan penyelidikan kasus tewasnya Ruly Yunis Setiawati, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan, kembali mengemuka. Kuasa hukum keluarga korban mengungkap adanya dugaan hilangnya sejumlah harta benda milik korban yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Korban sebelumnya ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas berpelat merah M 1090 GP yang terparkir di kawasan Bandara Juanda, Sidoarjo, pada 24 Juni 2026.
Kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya, menyebut pihaknya memperoleh informasi bahwa terduga pelaku berinisial Erlan (54) diduga sempat mendatangi rumah korban di Bangkalan beberapa hari sebelum jasad korban ditemukan.
Menurut Risang, dugaan tersebut masih didasarkan pada hasil pendalaman penyidik serta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi.
Risang menjelaskan, dugaan hilangnya harta korban diketahui setelah penyidik meminta keluarga memeriksa serta mengidentifikasi barang-barang milik korban yang berada di rumah.
Dalam proses tersebut, keluarga menyatakan sejumlah barang berharga yang biasa disimpan di dalam lemari sudah tidak ditemukan.
“Setelah dilakukan pencocokan oleh keluarga, diketahui ada sejumlah barang yang sudah tidak berada di tempat penyimpanannya,” ujar Risang, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, barang yang dilaporkan hilang berupa berbagai jenis perhiasan emas, seperti gelang, cincin, bros, dan kalung, yang menurut keluarga memiliki total berat lebih dari satu kilogram.
Selain itu, keluarga juga menyebut uang tunai sekitar Rp200 juta yang sebelumnya disiapkan korban untuk rencana pembelian rumah turut tidak ditemukan.
Meski demikian, dugaan tersebut masih merupakan keterangan dari pihak keluarga dan belum menjadi kesimpulan resmi penyidik.
Risang menambahkan, dugaan keberadaan terduga pelaku di rumah korban diperkuat oleh keterangan sejumlah warga sekitar.
Menurut informasi yang diperoleh keluarga, beberapa tetangga mengaku sempat melihat sebuah kendaraan berhenti di depan rumah korban dalam waktu singkat sebelum kembali meninggalkan lokasi.
Saat itu, warga tidak menaruh curiga karena mengira kendaraan tersebut digunakan oleh anggota keluarga korban.
Pihak keluarga berharap seluruh informasi tersebut dapat menjadi bahan pendalaman penyidik dalam mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.
Sementara itu, Polda Jawa Timur memastikan proses pengejaran terhadap terduga pelaku masih terus dilakukan.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Arbaridi Jumhur, mengatakan tim gabungan masih melakukan pelacakan terhadap keberadaan Erlan.
“Masih terus dilakukan pengejaran. Tim gabungan hingga saat ini masih melakukan pemantauan dan pengembangan,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, penyidik belum menyampaikan secara resmi hasil penyelidikan terkait dugaan hilangnya harta milik korban maupun kemungkinan keterkaitannya dengan tindak pidana yang sedang diusut.














Komentar