JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menilai Ukraina tidak menunjukkan rasa terima kasih atas dukungan yang selama ini diberikan Washington dalam proses perundingan damai Rusia–Ukraina.
Kritik itu disampaikan Trump melalui akun Truth Social pada Minggu (23/11/2025), bertepatan dengan agenda pertemuan pejabat tinggi AS dan Ukraina di Jenewa, Swiss.
Mengutip laporan NBC News, Senin (24/11/2025), sejumlah pejabat senior AS, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan utusan khusus Steve Witkoff, melakukan pertemuan dengan delegasi Ukraina untuk mendorong percepatan negosiasi yang bertujuan mengakhiri perang.
Usai pertemuan, Marco Rubio menyatakan adanya perkembangan signifikan dari pembahasan tersebut.
“Sejumlah besar kemajuan telah dicapai, meski masih ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan. Namun saat ini, progresnya lebih baik dibandingkan pertemuan pekan lalu,” kata Rubio.
Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi yang paling produktif sejak AS terlibat dalam proses perundingan damai antara Ukraina dan Rusia.
“Menurut saya, sejauh ini ada hasil kerja yang sangat baik yang dibangun dari masukan semua pihak. Kami bisa membahas poin-poin penting secara detail dan kemajuannya cukup baik setelah perundingan ini,” tutupnya.
Pernyataan Trump yang bernada keras itu dikhawatirkan dapat mempengaruhi dinamika diplomatik, terutama di tengah upaya AS mendesak Ukraina menyetujui proposal perdamaian 28 poin yang diajukan oleh pemerintahan Trump.














