Pertalite Sampai Solar Habis! BBM di Manggarai Menghilang, Harga Eceran Melonjak Dua Kali Lipat!

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali melanda Kabupaten Manggarai dan sejumlah wilayah lain di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam hampir sepekan terakhir.

Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Ruteng, Ibu Kota Kabupaten Manggarai, kehabisan stok BBM sehingga antrean panjang tak terhindarkan dan warga terpaksa membeli BBM eceran.

Kondisi itu memicu lonjakan harga eceran secara drastis. Di sepanjang jalan, penjual eceran menjual BBM dalam botol 1 liter seharga Rp 50.000, naik lebih dari dua kali lipat dari harga sebelumnya yang hanya Rp 20.000. Bahkan beberapa pedagang menjual setengah botol dengan harga Rp 25.000.

“Saya beli pertalite yang dijual pakai botol air mineral ukuran 1 liter itu harganya Rp 50.000. Ada yang jual setengah botol Rp 25.000. Padahal sebelumnya cuma Rp 20.000. Sadis naiknya,” kata Adrianus, warga Ruteng, Rabu (25/11/2025).

Ia mengaku situasi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu dan dapat memicu lumpuhnya ekonomi lokal jika terus berlanjut. “Bahaya kalau ini berlarut-larut. Bisa lumpuh total ekonomi,” ujarnya.

Keluhan serupa diungkapkan Siprianus Jandu, seorang sopir angkutan yang kesulitan memperoleh BBM untuk bekerja dalam beberapa hari terakhir. Kini bukan hanya pertalite yang sulit dicari, melainkan seluruh jenis BBM di SPBU.

“Kemarin hanya susah cari pertalite, tetapi sekarang semua jenis BBM katanya habis,” ungkapnya.
Menurutnya, kelangkaan ini sangat berdampak pada pendapatannya. “Kami cari sesuap nasi dari mengendarai mobil. Kalau tidak ada bahan bakar, kami tidak bisa jalan. Pendapatan pasti hilang, sedih rasanya,” tambahnya.

Kapolres Manggarai, AKBP Hendri Syaputra, membenarkan terjadinya kelangkaan BBM dan menyebutkan bahwa persoalan dipicu oleh kendala distribusi. “Iya memang ada kendala terkait pendistribusian. Mudah-mudahan kendalanya cepat teratasi,” ujarnya.

Ia juga mengimbau para penjual eceran agar tidak memanfaatkan situasi dengan mengambil keuntungan berlebihan.

“Kami imbau pedagang eceran menjual sesuai standar harga yang berlaku. Polres dan aparat terkait akan melakukan penertiban,” jelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Manager Fuel Terminal Pertamina Reo, Munu Najmudin, belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab dan langkah penanganan krisis BBM di wilayah Manggarai. Upaya konfirmasi yang dilakukan belum mendapat respons.