Tragedi Banjir dan Longsor di Aceh: Upaya Evakuasi Belasan Warga Hilang Jadi Prioritas

JurnalPatroliNews – Jakarta – Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor yang menerjang beberapa wilayah di Aceh akibat curah hujan ekstrem kini memakan korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa fokus penanganan saat ini diarahkan pada pencarian dan evakuasi warga yang masih belum ditemukan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi laporan terbaru yang disampaikan langsung oleh Bupati Bener Meriah dan Bupati Gayo Lues terkait korban jiwa.

“Untuk wilayah Aceh, yang sebelumnya dilaporkan tanpa korban jiwa, kemarin kami menerima informasi resmi dari Bener Meriah dan Gayo Lues bahwa sudah terdapat korban meninggal,” ujar Abdul Muhari.

Data Korban Berdasarkan Lokasi

Abdul Muhari merinci bahwa Kabupaten Bener Meriah menjadi wilayah dengan korban terbanyak, baik yang meninggal dunia maupun yang masih hilang, dibandingkan Gayo Lues.

Bener Meriah: 5 korban meninggal, 9 orang masih hilang

Gayo Lues: 1 korban meninggal, 2 orang masih hilang

Jika digabungkan, total korban jiwa akibat banjir dan longsor di Aceh sejauh ini mencapai 6 orang, sementara 11 warga lainnya masih dinyatakan hilang.

Pendataan dan Validasi Terus Berjalan

BNPB menegaskan bahwa data tersebut bersifat sementara. Verifikasi detail mengenai jumlah korban, total pengungsi, dan kerusakan infrastruktur masih berlangsung di lokasi bencana.

“Angka ini masih divalidasi di lapangan, termasuk pendataan warga terdampak dan kebutuhan penanganan lanjutan,” jelas Abdul Muhari.