JurnalPatroliNews – Jakarta – Komisi IX DPR RI menegaskan perlunya langkah lebih cepat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam memperkuat layanan kesehatan di area pengungsian korban banjir dan longsor di wilayah Sumatera.
Dorongan tersebut mencakup penambahan tenaga medis, pengiriman peralatan kesehatan, serta distribusi obat-obatan ke titik-titik pengungsian.
Seruan ini disampaikan oleh Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Arzeti Bilbina, setelah menerima laporan makin parahnya kondisi kesehatan para warga yang terpaksa mengungsi.
“Situasi di lapangan cukup memprihatinkan. Banyak pengungsi mulai jatuh sakit dan memerlukan penanganan secepatnya. Kami mengapresiasi kesiapsiagaan Kemenkes yang telah bekerja di Sumatera Barat dan bergerak menuju Aceh, namun kehadiran tenaga medis di daerah terdampak lainnya juga harus segera diperkuat,” ujar Arzeti dalam keterangannya kepada media, Jumat, 5 Desember 2025.
Arzeti menuturkan, penyakit mulai merebak akibat sanitasi yang buruk, minimnya air bersih, serta tingginya kepadatan di pos-pos pengungsian. Keluhan kesehatan yang dilaporkan antara lain ISPA, diare, infeksi kulit, demam, hingga flu. Kondisi ini dinilai sangat berisiko bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Menurutnya, kapasitas tenaga kesehatan lokal tidak memadai untuk melayani lonjakan pasien, sementara akses menuju lokasi pengungsian masih terkendala. Karena itu, peningkatan layanan medis dinilai tidak bisa ditunda.
Arzeti juga meminta pemerintah menjamin kecukupan pasokan obat-obatan dan perlengkapan medis di lapangan.
“Kami mendapat informasi bahwa beberapa posko kehabisan obat untuk diare, antibiotik, obat ISPA, vitamin, serta perlengkapan dasar seperti perban, masker, dan alat pemeriksaan. Ini harus segera diatasi,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa penanganan kesehatan pascabencana harus menjadi prioritas utama.
“Koordinasi cepat antara pusat, daerah, dan fasilitas kesehatan sangat diperlukan. Keselamatan dan kesehatan para pengungsi tidak boleh dipertaruhkan,” lanjut Legislator PKB tersebut.
Sementara itu, laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis, 4 Desember 2025, pukul 06.00 WIB mengungkapkan bahwa 780 orang meninggal dunia, 564 dinyatakan hilang, dan 2.600 mengalami luka-luka. Sebanyak 50 kabupaten di wilayah Sumatera dilaporkan terdampak, dengan kerusakan meluas pada berbagai fasilitas umum.














