JurnalPatroliNews – Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat perannya dalam memperdalam pasar modal nasional dengan langkah-langkah yang lebih progresif. Salah satu strategi yang tengah disiapkan adalah pengkajian serta peluncuran berbagai produk investasi baru, termasuk Exchange Traded Fund (ETF) yang berbasis emas.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, menegaskan bahwa pengembangan instrumen tersebut merupakan bagian dari agenda jangka panjang OJK untuk meningkatkan daya tarik dan daya saing pasar modal Indonesia di mata investor.
Upaya ini dilakukan seiring dengan meningkatnya keyakinan terhadap prospek pasar modal nasional pada 2026. Hingga November 2025, nilai penghimpunan dana korporasi melalui berbagai skema, seperti penawaran umum perdana saham (IPO), penerbitan obligasi, dan rights issue, telah mencapai Rp238,68 triliun. Capaian tersebut melampaui sasaran awal OJK yang dipatok sebesar Rp220 triliun.
Melihat tren tersebut, OJK menilai aktivitas penggalangan dana di pasar modal pada 2026 berpotensi semakin dinamis. Hal ini didorong oleh prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang tetap solid, stabilitas indikator makroekonomi, serta kondisi likuiditas sistem keuangan yang semakin membaik.
“Inklim ini membuka peluang meningkatnya aktivitas emisi, baik melalui IPO, penerbitan surat utang, maupun aksi korporasi lainnya,” ujar Inarno dalam pernyataan resmi yang dikutip di Jakarta, Senin, 14 Desember 2025.
Sentimen positif tersebut juga tercermin dari pergerakan pasar saham. Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, mencatat bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 22,33 persen secara year-to-date hingga Desember 2025. Di sisi lain, basis investor juga mengalami lonjakan hampir 30 persen.
Perkembangan ini menunjukkan keseimbangan antara sisi permintaan dan penawaran di pasar modal, yang diharapkan dapat semakin memperkokoh tingkat kepercayaan pelaku pasar.
Ke depan, OJK menegaskan akan tetap mengutamakan pertumbuhan pasar modal yang berkualitas dan berkelanjutan dalam menetapkan target penghimpunan dana, sekaligus memaksimalkan pemanfaatan instrumen inovatif seperti ETF Emas guna menjangkau lebih banyak investor.














