ShinyHunters Klaim Kuasai Data Pengguna Premium Situs Dewasa, Ajukan Tuntutan Tebusan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kelompok peretas internasional yang menamakan diri ShinyHunters kembali membuat geger dunia siber dengan mengaku telah mengakses data pelanggan berbayar salah satu situs dewasa terbesar, Pornhub.

Mereka mengancam akan menyebarkan informasi tersebut ke publik apabila permintaan tebusan tidak dipenuhi.

Mengutip laporan Reuters pada Rabu (17/12/2025), ShinyHunters menyatakan telah menguasai data pengguna layanan premium dan meminta pembayaran dalam bentuk Bitcoin sebagai syarat agar data tidak dipublikasikan serta dihapus sepenuhnya.

“Kami meminta pembayaran tebusan menggunakan Bitcoin agar data Pornhub tidak disebarluaskan dan dapat kami hapus,” ujar perwakilan ShinyHunters kepada Reuters melalui komunikasi daring.

Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai jumlah dan cakupan data yang berhasil dikuasai. Namun, kelompok peretas tersebut membagikan sejumlah contoh data, sebagian di antaranya berhasil diverifikasi oleh Reuters.

Setidaknya tiga mantan pelanggan layanan Pornhub Premium—dua berasal dari Kanada dan satu dari Amerika Serikat—mengonfirmasi bahwa informasi yang ditampilkan memang milik mereka, meskipun data tersebut berasal dari beberapa tahun lalu. Ketiganya memilih untuk tidak disebutkan namanya mengingat sensitivitas informasi yang terlibat.

ShinyHunters mengklaim memiliki data dari 14 akun pengguna Pornhub Premium, sebuah layanan berbayar yang menawarkan tayangan berkualitas tinggi tanpa iklan serta fitur tambahan seperti konten realitas virtual (VR).

Sebelumnya, Pornhub sempat mengungkap adanya insiden keamanan siber yang melibatkan Mixpanel, perusahaan analitik data pihak ketiga. Saat itu, Pornhub menyatakan insiden hanya berdampak terbatas pada data analitik tertentu dan terjadi di lingkungan sistem Mixpanel.

Namun, Mixpanel membantah keterkaitan insiden tersebut dengan klaim peretasan terbaru. Perusahaan tersebut menyebut tidak menemukan indikasi bahwa data Pornhub bocor akibat sistem mereka. Menurut Mixpanel, data terakhir Pornhub diakses oleh akun karyawan resmi perusahaan induk pada 2023. Jika kini data tersebut berada di tangan pihak yang tidak berwenang, Mixpanel menilai hal itu bukan akibat kebocoran dari sistem mereka pada November 2025.

ShinyHunters sendiri dikenal sebagai kelompok peretas yang telah lama beroperasi dan kerap terlibat dalam kasus pembobolan data berskala besar serta aksi pemerasan. Mereka sebelumnya dikaitkan dengan peretasan terhadap pelanggan Salesforce serta sejumlah merek ritel mewah di Inggris.

Pornhub diketahui mencatat lebih dari 100 juta kunjungan setiap hari dan sekitar 36 miliar kunjungan per tahun, menjadikannya salah satu platform konten dewasa dengan trafik tertinggi secara global.

Sampai laporan ini diterbitkan, pihak Pornhub maupun pemiliknya, Ethical Capital Partners yang berbasis di Kanada, belum menyampaikan pernyataan resmi terkait klaim peretasan tersebut.