JurnalPatroliNews – Jakarta – Arus penumpang di Pelabuhan Manado, Sulawesi Utara, mengalami lonjakan signifikan sebesar 35,53 persen pada H-1 perayaan Natal, Rabu, 24 Desember 2025.
Ribuan pemudik dengan tujuan wilayah kepulauan terpaksa mengantre hingga berjam-jam akibat sistem penjualan tiket yang dinilai belum modern dan masih menggunakan transaksi manual secara penuh.
Peningkatan volume penumpang ini mayoritas menyasar rute menuju wilayah Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro. Berdasarkan data resmi otoritas pelabuhan, total pemudik sejak 18 Desember hingga hari ini telah mencapai 13.458 orang.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan tajam dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya tercatat sebanyak 9.930 orang.
Kepadatan di area pelabuhan mulai terlihat sejak pukul 07.00 Wita, di mana antrean di depan loket terus mengular hingga siang hari.
Ketiadaan sistem reservasi daring atau online memaksa para calon penumpang untuk berdesakan di lokasi demi mengamankan tiket keberangkatan sebelum kapal penuh.
Hal ini memicu keluhan dari para pengguna jasa yang berharap adanya modernisasi layanan agar perjalanan lebih efisien.
Pihak manajemen pelabuhan mengakui adanya kenaikan volume yang sangat tajam pada puncak arus mudik tahun ini.
Meski terjadi penumpukan di titik-titik penjualan tiket, otoritas pelabuhan mengklaim bahwa operasional keberangkatan kapal tetap terkendali dan berjalan sesuai jadwal.
Petugas keamanan juga terus bersiaga untuk mengatur alur penumpang yang akan menaiki kapal guna menjaga keselamatan.
Hingga sore hari, seluruh kapal yang menuju wilayah utara Sulawesi terpantau terisi penuh oleh penumpang.
Transformasi digital dalam sistem penjualan tiket elektronik dinilai mendesak untuk segera diterapkan guna mencegah hambatan serupa pada masa angkutan mudik di masa mendatang.














